Budi Arista Romadhoni
Selasa, 10 Maret 2026 | 20:25 WIB
Ilustrasi horornya kecelakaan maut di pertigaan Exit Tol Bawen. Pemerintah perlu mengantisipasi saat perayaan lebaran nanti. [ Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Pemprov Jateng menerapkan rekayasa lalu lintas di Exit Tol Bawen antisipasi kepadatan mudik Lebaran 2026.
  • Rekayasa sementara meliputi pemisahan jalur motor dan pengaturan traffic light mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
  • Pos pengamanan terpadu didirikan 24 jam untuk memecahkan masalah lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pemudik.

SuaraJawaTengah.id - Bagi para pemudik yang melintasi Jawa Tengah, nama Exit Tol Bawen sudah tak asing lagi. Namun, bukan karena keindahannya, melainkan reputasinya sebagai "titik angker" yang rawan kecelakaan dan kemacetan parah, terutama saat arus mudik Lebaran.

Menyadari potensi horor lalu lintas ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak tinggal diam. Rekayasa lalu lintas besar-besaran akan diberlakukan di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, demi mencegah tragedi dan memastikan keselamatan jutaan pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, tak menampik reputasi mengerikan titik ini.

"Simpang Bawen sampai exit tol Bawen merupakan salah satu titik kepadatan lalu lintas. Di titik tersebut juga rawan kecelakaan lalu lintas, karena memang sudah beberapa kali ada kejadian di tempat itu," jelas Arief saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi meninjau kesiapan tol fungsional Bawen-Ambarawa, Selasa (10/3/2026).

Pekan lalu, konsolidasi intensif telah dilakukan antara Pemprov Jateng, Jasa Marga, petugas konstruksi pembangunan tol, kepolisian, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang.

Hasilnya? Sebuah strategi komprehensif akan diterapkan mulai H-7 Lebaran.

"Pengguna jalur itu sudah mulai terpisah, nanti akan dibuatkan jalur khusus untuk sepeda motor. Di sana rencana akan ada pengaturan lalu lintas, termasuk traffic light akan diatur tersendiri," kata Arief.

Rekayasa dan pengaturan traffic light ini bersifat sementara, hanya akan dilakukan selama periode mudik-balik Lebaran, yaitu mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

Selain itu, sebuah pos pengamanan terpadu akan didirikan di titik tersebut, siap siaga 24 jam untuk mengatasi setiap masalah yang muncul.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Kecelakaan Maut Exit Tol Bawen: 4 Orang Meninggal Dunia, 18 Orang Luka-luka

Untuk jangka panjang, evaluasi akan terus dilakukan. "Nanti setelah masa mudik-balik lebaran akan kita evaluasi lagi. Apakah itu akan berlanjut rekayasa lalu lintasnya atau akan dimodifikasi kembali, itu melihat situasi," tandas Arief.

Ini menunjukkan bahwa Pemprov Jateng tidak hanya berpikir jangka pendek, tetapi juga mencari solusi berkelanjutan untuk masalah kronis di Exit Tol Bawen.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sendiri menegaskan pentingnya pos pengamanan di titik rawan ini. “Pospam itu kepanjangtanganan Polres untuk problem solving (memecahkan masalah) di tempat itu," kata Luthfi.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu bertindak cepat dan efektif dalam mengurai kemacetan atau menangani kecelakaan, sehingga tidak ada lagi cerita horor yang mewarnai perjalanan mudik.

Dengan langkah-langkah darurat ini, Pemprov Jateng berharap dapat mengubah reputasi "angker" Exit Tol Bawen menjadi jalur yang aman dan lancar, memastikan setiap pemudik dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan nyaman, tanpa harus dihantui bayang-bayang kecelakaan.

Load More