SuaraJawaTengah.id - Maraknya perjudian dalam ajang politik pemilihan kepala desa (pilkades) yang kerap terjadi saat kontestasi tersebut berlangsung, diantisipasi Kepolisian Resor (Polres) Banyumas, Jawa Tengah dengan membentuk satuan tugas (Satgas) Anti Judi Pilkades.
Pembentukan Satgas Pilkades tersebut, dikemukakan Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara karena ajang kontestasi politik tersebut rentan dengan perjudian.
"Perlu dipahami bahwa judi ini merupakan penyakit masyarakat yang harus ditindak tegas. Karena memberikan dampak, yakni berdampak masif kepada keluarga penjudi itu maupun lingkungan sekitarnya," katanya pada Rabu (17/7/2019)
Ia mengemukakan, khusus dalam pilkades serentak, judi bisa memberikan dampak permusuhan.
"Jadi tidak berlebihan, kalau saat ini Polres Banyumas membentuk Satgas Anti Judi Pilkades untuk menunjukkan bahwa Polres Banyumas siap untuk mengamankan dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat Banyumas,” kata dia.
Lebih lanjut disampaikan Bambang, bahwa dalam pelaksanaannya, petugas yang ditunjuk itu disebar ke seluruh wilayah untuk memantau dan mendeteksi. Termasuk intel dan bhabinkamtibmas dimaksimalkan fungsinya.
"Untuk pelaksanaannya sudah dimulai. Jadi personel sudah mulai memantau di wilayah. Bila menemukan adanya tindak judi itu, maka akan dilakukan pengamanan hingga penangkapan," terang Bambang.
Selain itu, Bambang mengemukakan total personel yang dikerahkan untuk pengamanan proses pilkada serentak di Banyumas saat ini mencapai 1.135 personel dan juga melibatkan unsur kepolisian dari kabupaten tetangga dalam mengamankan pilkades tersebut.
"Kita juga meminta bantuan pasukan dari tujuh polres tetangga, dari mulai Kabupaten Kebumen, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, Tegal dan Pemalang. Dari luar sebanyak 510 personel," kata Bambang.
Baca Juga: Pilkades di Sleman Bakal Gunakan E-Voting, Ini Persiapannya
Tidak hanya itu, lanjut Bambang dari unsur Brimob Polda Jateng juga dikerahkan 100 personel. Lebih khusus, ia mengemukakan secara teknis di lapangan, masing-masing penyelenggaraan (TPS) akan dijaga empat personel dari Polri dan TNI.
Kemudian dalam pelaksanaannya nanti, mulai H-1 sampai H+1, Polres Banyumas maupun yang diperbantukan dari luar, bersama-sama dengan TNI dan Satpol PP akan menggelar patroli di lingkungan tersebut.
"Jadi setiap aktivitas masyarakat harus diketahui oleh Polri dan masyarakat pun harus merasakan pengamanan itu," kata dia.
Kontributor : Teguh Lumbiria
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR
-
BRI x REI Expo Semarang 2026 Tawarkan Promo KPR Bunga Mulai 1,75%, Wujudkan Rumah Impian