SuaraJawaTengah.id - Upacara bendera yang digelar pukul 07.00 WIB dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Lapas Kedungpane Semarang tak diikuti beberapa narapidana kasus korupsi. Kebanyakan dari mereka adalah para politikus mantan kepala daerah.
Kepala Lapas Kelas Kedungpane Semarang Dadi Mulyadi mengatakan, dari pengamatannya, para narapidana yang tak mengikuti upacara dikarenakan belum bersiap diri. Ada yang bangun kesiangan, masih mandi pagi, atau aktivitas lainnya.
"Sebenarnya kami cek saat pagi hari, tapi masih pada telat bangun, ada yang lagi mandi, tapi tidak bisa mengejar waktu upacara," katanya, Sabtu (17/8).
Dia menyebut, jika pukul 07.00 WIB waktu upacara digelar terlalu mepet bagi mereka. Beberapa narapidana itu diantaranya mantan Bupati Purbalingga Tasdi, mantan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad, mantan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan, dan mantan Walikota Tegal Ikmal Jaya.
Baca Juga: Di Banten, Ratusan Penyelam Gelar Upacara 17 Agustus di Dalam Laut
Terkait alasan pasti secara pribadi masing-masing narapidana koruptor tak mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-74, pihaknya belum tahu pasti.
"Yang pasti itu waktu terlalu pagi, soal alasan masing-masing saya kurang paham," ucapnya.
Pihaknya juga mengatakan, jika beberapa napi juga tak bisa ikut upacara, termasuk para narapidana terorisme. Selain itu kapasitas lapangan yang dipakai tidak bisa menampung semua narapidana untuk semua ikut upacara.
"Lapangan kami sempit, jadi tak semua tertampung saat upacara tadi pagi," katanya.
Namun begitu, ada satu narapidana terorisme yang mengikuti upacara HUT RI ke-74. Napiter itu bernama Sahwat, yang dipidana karena kasus Bom Bali I.
Baca Juga: Peringati HUT RI, 6 BUMN Gelar Upacara Kemerdekaan di Kantor Rini Soemarno
"Hanya dia yang ikut upacara, lainnya menolak, Sahwat juga sudah mengikuti deradikalisasi, dia juga ikut pelatihan ketrampilan seni kaligrafi," katanya.
Berita Terkait
-
Retreat Gelombang Kedua Digelar Usai Lebaran, Megawati Perintahkan Kepala Daerah PDIP Wajib Ikut
-
Wamendagri Sebut Retreat Kepala Daerah Gelombang 2 Digelar Pasca Lebaran: Lokasinya di...
-
Konflik Kepentingan di Balik Penunjukan Langsung PT LTI Sebagai EO Retret Kepala Daerah
-
Menko PMK Pratikno Sentil Kepala Daerah: Pembangunan Jalan Jangan Sampai Bikin Banjir!
-
Cek Fakta: Presiden Prabowo Subianto Meminta Kepala Daerah dari PDIP yang Tak Ikut Retreat untuk Mundur
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park
-
Viral Tarian Bagi-bagi THR Diduga Tarian Yahudi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Kenapa Banyak yang Menikah di Bulan Syawal? Ini Jawabannya