SuaraJawaTengah.id - Kota Solo, Jawa Tengah selalu menyuguhkan destinasi wisata heritage yang menarik. Selain Keraton Kasunanan Surakarta, Kampung Batik Laweyan, ada tempat wisata yang tidak kalah menarik, yakni Museum Lokananta.
Museum yang terletak di Jalan A Yani Nomor 379 Kerten, Laweyan ini memiliki koleksi piringan hitam. Ada lebih dari 50 ribu piringan hitam atau vinyl yang tersimpan di dua ruangan museum Lokananta. Selain itu, Museum Lokananta juga menyimpan satu set gamelan dari Kasultanan Yogyakarta.
Saat memasuki Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Cabang Surakarta, Lokananta pengunjung akan disambut sebuah ruangan marketing. Di ruang yang berada di sisi kiri ini, pengunjung bisa membeli cindera mata yang disediakan Lokananta.
Kemudian ada ruangan gamelan. Gamelan yang terpajang di museum merupakan peninggalan dari Kasultanan Yogyakarta. Di sampingnya, ada museum mesin pembuatan kaset. Di ruangan ini, pengunjung bisa melihat alat pembuat kaset dan juga piringan hitam yang dulu pernah digunakan oleh Lokananta.
Ada berbagai jenis alat yang bisa dilihat. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat contoh kaset dan piringan hitam yang pernah diproduksi. Bergeser dari museum mesin kaset, pengunjung bisa menuju ke museum piringan hitam.
Kepala PNRI Cabang Surakarta, Lokananta, Marini M Ghozali menjelaskan, saat ini koleksi piringan hitam yang ada di Lokananta mencapai lebih dari 50 ribu keping.
"Yang sudah dicoverkan lagi sebanyak 50-an ribu piringan hitam. Sedangkan yang masih proses pengcoveran ulang sekitar 2000-an. Kalau kondisinya rata-rata 50 persen, karena memang sudah usia," kata Marini saat ditemui Suara.com, Senin (16/9/2019).
Marini menambahkan, berbagai koleksi piringan hitam yang ada di Lokananta seperti dari Maestro Keroncong Gesang, Waldjinah, Ki Narto Sabdo. Selain itu ada juga pidato proklamasi presiden Soekarno, Lagu Indonesia Raya tiga stanzah, Orkes Aneka Warna, Orkes Keroncong Cendrawasih dan juga berbagai lagu daerah.
Selain koleksinya yang begitu banyak, salah satu yang paling menarik adalah keberadaan studio. Studio Lokananta ini memiliki keunggulan dari segi akustik. Tidak heran jika banyak musisi papan atas yang rela datang ke Lokananta untuk menjajal studio tersebut.
Sebut saja Slank, Glenn Fredly, bahkan dari band luar negeri Ciao Lucifer dari Belanda.
"Tata suara di studio ini sangat bagus, dan itu yang kita punya. Banyak yang datang ke studio untuk mengambil rekaman akustiknya, kalau peralatannya mereka bawa sendiri," katanya.
Keelokan studio dengan ukuran 14x31 meter itu bahkan disebut-sebut lebih bagus dari studio Abbey Road di London Inggris.
"Hampir sama dengan Studio Abbey Road di Inggris yang pernah digunakan The Beatles. Kalau disini mungkin kurang maintenance saja," katanya.
Baca Juga: Rumah Budaya Kratonan Solo Pamerkan Buku Terpanjang di Dunia
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
Mobil Listrik Tak Cuma Soal Teknologi, GAC Bawa AION UT Urban ke GIIAS Semarang 2026
-
Transisi Musim Dimulai, BMKG Ingatkan Jateng Selatan Waspada Hujan Lebat hingga Puting Beliung
-
Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini
-
65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru
-
Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara