SuaraJawaTengah.id - Informasi tentang warga memboikot hajatan mantu seorang warga di Dukuh Jetak RT 013, Desa Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen, pada Rabu (16/10/2019), viral di media sosial.
Kabar viral itu membuat Pejabat Kepala Desa Hadiluwih, Wan Budyanto, Kamis (17/10/2019), turun tangan untuk mengklarifikasi ke lapangan dan sekaligus memediasi agar kasus tersebut tidak terulang.
Dikabarkan, boikot warga untuk hadir ke tempat hajatan di rumah Suhartini, 50, warga RT 013 Dukuh Jetak, Hadiluwih, terjadi karena beda pilihan dalam pemilihan kepala desa (Pilkades).
Wan Budyanto langsung meminta keterangan ketua RT dan tokoh masyarakat di Dukuh Jetak RT 013, untuk memverifikasi informasi viral di media sosial.
Wan menyampaikan hasil klarifikasi ternyata boikot warga ke hajatan Suhartini itu tidak berkaitan dengan beda pilihan dalam pilkades, tetapi akibat pernyataan dari saudara sang penyelenggara hajatan yang terkesan meremehkan warga.
“Jadi bukan karena pilkades tapi ada saudara yang punya hajatan mengeluarkan pernyataan kalau warga akan datang bila diberi nasi satu chating,” kata dia seperti diberitakan Solopos.com—jaringan Suara.com.
“Nah, pernyataan itu membuat warga geram karena merasa diremehkan dan sempat menolak punjungan [pemberian] dari orang yang punya hajatan itu. Kemudian sebagian warga di lingkungan RT 013 tidak hadir saat hajatan. Warga merasa diremehkan kalau datangnya ke hajatan hanya karena diberi nasi satu ceting,” ujar Wan Budyanto.
Wan mengatakan, budaya di masyarakat Hadiluwih sudah terbiasa untuk gotong-royong saat ada orang punya hajat. Dia mengatakan tanpa ada punjungan nasi pun pasti warga datang ke hajatan dengan kesadaran sendiri.
“Hasil klarifikasi ini saya kirimkan ke Camat dan Bupati sebagai respons atas informasi viral di media sosial itu. Ini sekarang di rumah Bu Suhartini yang intinya untuk memediasi keluarga Bu Suhartini dengan Ketua RT, tokoh masyarakat, dan warga lainnya agar kasus boikot hajatan itu tidak terulang kembali,” ujarnya.
Baca Juga: Pilkades jadi Ajang Judi, Lelaki Paruh Baya dan Pemuda Dicokok Polisi
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sempat geram dengan informasi viral di media sosial itu. Dia mengatakan, proses demokrasi sudah berjalan baik dan benar sehingga jangan sampai ada kejadian seperti di Hadiluwih hanya karena urusan yang tidak penting.
“Saya mengimbau kalau Hadiluwih ini tidak kondusif, saya akan datang ke sana langsung dan memperingatkan sendiri orangnya. Ada provokator di Hadiluwih,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Viral Foto Pelajar Kibarkan Bendera Mirip HTI di Lingkungan Sekolah
-
3 Pelaku Judi Pemilihan Kepala Desa Ditangkap Polisi
-
Pilkades jadi Ajang Judi, Lelaki Paruh Baya dan Pemuda Dicokok Polisi
-
Dua Istri Wakil Bupati Blitar Maju Jadi Calon Kades
-
Memanas, Dapur dan Kandang Sapi Ketua Panitia Pilkades Ini Nyaris Dibakar
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang
-
Mengenal Varian Cicada, Ahli Sebut Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Dibanding Dewasa
-
Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain