- Kapolsek Kaliwungu dan anggota diserang pemuda saat patroli sahur cegah tawuran di Desa Krajan Kulon, Kendal, Minggu dini hari.
- Awalnya polisi mengamankan tradisi ngangklang, kemudian membubarkan kerumunan yang diduga akan tawuran sebelum penyerangan terjadi.
- Dua pemuda pelaku pengeroyokan berhasil diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif mengenai motif kejadian.
SuaraJawaTengah.id - Patroli sahur yang biasanya dilakukan untuk menjaga keamanan selama bulan Ramadan justru berujung ricuh di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, bersama seorang anggotanya menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda pada Minggu (8/3/2026) dini hari.
Insiden tersebut terjadi saat polisi berupaya membubarkan kerumunan remaja yang diduga akan melakukan tawuran. Peristiwa itu sempat terekam dalam video dan beredar di media sosial seperti Instagram @infoseputarkendal dan lainnya.
Berikut sembilan fakta terkait insiden pengeroyokan terhadap Kapolsek Kaliwungu tersebut.
1. Terjadi Saat Patroli Sahur Ramadan
Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 03.30 hingga 04.00 WIB. Saat itu jajaran Polsek Kaliwungu tengah melakukan patroli menjelang waktu sahur.
Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan selama bulan Ramadan, khususnya untuk mencegah potensi gangguan seperti tawuran remaja maupun perang sarung yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
2. Lokasi Kejadian di Desa Krajan Kulon Kaliwungu
Insiden tersebut terjadi di sekitar tikungan jalan dekat depo ban di wilayah Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Lokasi tersebut menjadi titik berkumpulnya sejumlah pemuda pada malam hari. Saat patroli berlangsung, polisi menerima laporan dari warga mengenai adanya keributan antar kelompok remaja di area tersebut.
Baca Juga: Dalih Terancam Ditolak Hakim, Polisi Penembak Siswa di Semarang Divonis 15 Tahun Bui
3. Polisi Awalnya Mengamankan Kegiatan Ngangklang
Sebelum insiden terjadi, petugas kepolisian tengah melakukan pengamanan kegiatan ngangklang. Kegiatan ini merupakan tradisi masyarakat untuk membangunkan warga agar bersiap sahur selama bulan Ramadan.
Ngangklang biasanya dilakukan dengan menggunakan alat musik sederhana seperti kentongan, angklung, hingga panci yang dipukul secara bersama-sama oleh para pemuda yang berkeliling kampung.
4. Polisi Menerima Laporan Dugaan Tawuran
Saat patroli berlangsung, petugas menerima aduan dari warga terkait adanya dua kelompok remaja yang diduga akan terlibat tawuran.
Mendapat laporan tersebut, polisi segera menuju lokasi untuk mencegah terjadinya perkelahian yang bisa membahayakan masyarakat maupun para remaja itu sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
9 Fakta Kapolsek Kaliwungu Dikeroyok Pemuda saat Patroli Sahur, Dua Pelaku Ditangkap
-
Peringatan Keras Gubernur Luthfi untuk Kepala Daerah, OTT KPK Cukup Pati dan Pekalongan!
-
Pengusaha dan Pelindo Antisipasi Kepadatan Logistik Jelang Lebaran Meningkat
-
Jawa Tengah Bersiap Sambut 'Serbuan' Pemudik Lebaran 2026: Antara Kerinduan dan Kesiapan Darurat
-
Semen Gresik Gelar Berkah Ramadan Bersama Masyarakat Enam Desa di Rembang dan Blora