SuaraJawaTengah.id - Artis Ashanty Hastuti alias Ashanty Hermansyah mangkir dari sidang gugatan wanprestasi yang diajukan mantan rekan bisnisnya, Martin Pratiwi, di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Sidang perdana yang digelar di Ruang Purwoto S. Gandasubrata, PN Purwokerto, , Kamis (31/10) kemarin, dengan majelis hakim yang diketuai M Arif Nuryanta serta beranggotakan Dian Anggraini dan Arief Yudiarto itu hanya dihadiri pihak penggugat, yakni Martin Pratiwi dan pengacaranya, Udhin Wibowo.
Setelah mengecek identitas dan legalitas penasihat hukumnya, Hakim Ketua M Arif Nuryanta meminta panitera pengganti untuk mengecek keluar ruangan untuk memastikan apakah pihak tergugat maupun penasihat hukumnya hadir atau tidak hadir.
Karena dipastikan pihak tergugat maupun penasihat hukumnya tidak hadir, hakim memutuskan sidang perdata gugatan wanprestasi tersebut ditunda hingga tanggal 20 November 2019.
Saat ditemui seusai sidang, Udhin Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi dari majelis hakim, Ashanty selaku pihak tergugat telah dipanggil secara patut. Namun, yang bersangkutan tidak hadir dalam sidang perdana tersebut.
"Kami enggak tahu alasannya apa. Terus dari hasil sidang tadi ditunda untuk hadir kembali di sidang berikutnya pada tanggal 20 November 2019," katanya seperti diberitakan Antara.
Terkait gugatan wanprestasi tersebut, kata dia, nilai yang dituntut sebesar Rp 14,3 miliar dengan perincian nilai bagi hasil yang belum dibagikan dan ganti kerugian sisa produk.
"Pada produk pertama masih ada sisa yang belum terjual. Ketika sudah berakhir, harusnya menjadi milik bersama. Sementara sampai sekarang belum ada laporan jelas terkait dengan sisa produk itu uangnya ke mana," katanya.
Menurut dia, kliennya hampir selama 2 tahun meminta klarifikasi terkait dengan kerja sama.
Baca Juga: Batalkan Kontrak di Tengah Jalan, Penyebab Ashanty Digugat Rp 9,4 M
"Yang satu tahun itu tidak pernah ada jawaban secara kekeluargaan. Maka, akhirnya menempuh jalur hukum," katanya.
Lebih lanjut, Udhin menyoroti pernyataan Ashanty dalam tayangan infotainment jika modal awal bisnis yang digeluti bersama Martin Pratiwi hanya Rp 475 juta, kemudian sudah mendapatkan bagi hasil sekitar Rp 1 miliar sehingga harusnya sudah bersyukur.
"Cuma permasalahannya kan begini, ini kan ada perjanjian, di dalam perjanjian itu jumlah keuntungan kami bagi setengah-setengah. Kami baru mendapatkan sekitar Rp 1 miliar, itu jauh dari kata setengah-setengah itu," jelasnya.
Ia mengaku tidak tahu cara pandang Ashanty karena dalam perjanjian disebutkan bagi hasilnya setengah-setengah.
Sedangkan yang bersangkutan menyatakan bahwa pihak penggugat telah mendapatkan lebih dari modal sehingga harus bersyukur.
Selain gugatan wanprestasi, kata dia, pihaknya pada bulan Juli 2019 juga telah melaporkan Ashanty ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan/atau penggelapan terkait dengan perjanjian kerja sama dengan Martin Pratiwi.
Berita Terkait
-
Ashanty Sindir Martin Pratiwi Pansos dengan Mondar-mandir di TV
-
3 Berita Artis Pilihan: Ashanty Rahasiakan Sakitnya, Kartika Putri Menangis
-
Liza Natalia Tahu Ashanty Terkena Insomnia Sejak Dulu
-
Liza Natalia Tahu Ashanty Kena Autoimun dari YouTube
-
Berita Artis Pilihan: Artis Sepi Job Jual Narkoba, Gisel Lapor Polisi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran