SuaraJawaTengah.id - Masyarakat di perbatasan Kecamatan Pagentan Banjarnegara dan Kecamatan Sukoharjo Wonosobo Jawa Tengah mengeluhkan sulitnya akses penyeberangan. Hingga kini, mereka mengandalkan jembatan bambu reot di atas Sungai Tulis untuk menyeberang.
Untuk diketahui, jembatan itu tak hanya menghubungkan warga di Desa Jebeng Plampitan Kecamatan Sukoharjo Wonosobo dengan Desa Larangan Kecamatan Pagentan Banjarnegara, namun juga desa-desa di sekitarnya.
Kepala Desa Larangan Banjarnegara Harto mengatakan, kondisi jembatan yang dibangun secara swadaya itu amat memprihatinkan. Kondisi bambu sudah lapuk. Jika terjadi kerusakan, warga gotong royong memperbaikinya.
Meski demikian, bangunan itu tetap mudah rusak karena disusun dari bambu yang rapuh.
Padahal, setiap hari jembatan itu dilintasi banyak kendaraan yang membawa beban. Menurut Harto, jembatan itu menjadi akses utama warga di beberapa desa di dua kabupaten.
Roda perekonomian sebagian warga juga bergantung dari keberadaan jembatan itu. Karena kondisi jembatan yang sempit, warga terpaksa melangsir hasil pertanianya seperti salak menggunakan sepeda motor.
"Diangkut pakai sepeda motor, mobil enggak bisa lewat,"katanya
Selain untuk aktivitas perekonomian, jembatan itu juga menjadi akses siswa menuju sekolah. Sedemikian pentingnya akses tersebut, warga di dua kabupaten itu selalu merawat jembatan bambu itu agar bisa dilalui.
Harto mengatakan, beberapa kali warga harus membangun jembatan bambu yang baru karena jembatan lama hilang diterjang banjir. Karakter arus di sungai pegunungan susah ditebak. Air sungai bisa tiba-tiba meluap hingga menerjang jembatan saat hujan turun lebat. Sedangkan bangunan jembatan tidak cukup kuat menahan derasnya arus.
Masyarakat menuai kendala untuk menyeberang saat debit air sungai Tulis naik. Warga setempat pun sering mengimbau pengendara yang hendak menyeberang agar mengurungkan niatnya saat sungai meluap. Namun ada saja warga yang memaksa untuk tetap melintas meski bahaya mengancam.
Baca Juga: Diterjang Banjir, 3 Desa di Sumsel Terendam dan 2 Jembatan Putus
"Pernah dulu ada pengendara tercebur bersama kendaraannya. Sepeda motor hanyut, tapi orangnya selamat,"katanya
Harto berharap agar pemerintah membuatkan jembatan permanen yang lebih kokoh untuk mengganti jembatan reot itu. Sehingga warga bisa beraktivitas dengan lancar dan tenang. Ia mengaku sudah beberapa kali ada tinjauan dari pemerintah baik daerah maupun provinsi. Sayang sampai saat ini pembangunan belum terealisasi.
Padahal kecemasan masyarakat semakin bertambah karena sudah memasuki musim penghujan. Jika sungai meluap dan jembatan berbahaya untuk dilintasi, warga harus memutar melewati jalur alternatif yang lebih jauh dan boros bahan bakar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Banjarnegara Tatag Rochadi mengatakan, jembatan itu dimanfaatkan warga di dua kabupaten. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk mencari solusi atas permasalahan itu.
Namun pihaknya telah berencana mengusulkan pembangunan jembatan itu ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui dana hibah.
"Rencana mau diusulkan jembatan gantung,"katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK