SuaraJawaTengah.id - Satlantas Polres Karanganyar, Jawa Tengah, mengamankan enam orang remaja yang melakukan aksi nekat mandi sembari mengendarai sepeda motor di Jalan Lawu.
Aksi tersebut direkam salah satu remaja itu dan menjadi viral di media sosial beberapa waktu terakhir.
Data yang terhimpun Solopos.com--jaringan Suara.com, enam remaja itu berstatus pelajar sekolah swasta di Kabupaten Karanganyar.
Mereka yakni RW sebagai pengambil gambar, INW yang mengunggah di media sosial, FC yang mengendarai sepeda motor dan duduk di depan, WDP membonceng di sisi kiri mengenakan sarung, JJ membonceng dan membawa ember berisi air, dan AO membonceng dan mengguyurkan air ke teman-temannya.
Satu sepeda motor dikendarai empat orang. Satu orang duduk di depan dan tiga orang duduk di belakang. Mereka meletakkan kursi panjang di jok belakang supaya dapat diduduki tiga orang.
Mereka mengendarai sepeda motor sembari bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek. Menurut pengakuan mereka, aksi nekat itu dilakukan pada 19 Oktober 2019 pukul 01.00 WIB.
"Awalnya nge-game tapi bubar karena handphone mau mati, baterainya habis. Bingung mau ngapain terus dapat ide begitu," kata RW saat berbincang dengan Solopos.com di Aula Jananuraga Polres Karanganyar, Senin (30/12/2019).
Lisus Terjang Grogol Sukoharjo, 6 Tiang Listrik Tumbang, Satu Timpa Rumah Warga
Mereka dipanggil ke Polres Karanganyar untuk mendapatkan pembinaan dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Karanganyar.
Baca Juga: Pedangdut Pemeran Video Viral Mandi di Atas Motor Ngaku Tak Salah
Dari enam remaja, hanya lima orang yang datang ke Mapolres Karanganyar. Para remaja itu didampingi orang tua masing-masing.
Keenam remaja itu melakukan aksi nekat mandi sambil naik motor itu awalnya hanya untuk lucu-lucuan. Mereka pun membagikan video itu kepada teman-teman mereka agar disimpan di Gallery.
Namun, salah saat teman mereka, INW, malah mengunggahnya di Instagram sehingga video itu menjadi viral.
Rute dari Bejen ke Alun-Alun Kabupaten Karanganyar melewati Mapolres Karanganyar. Mereka mengaku waswas saat melewati depan Mapolres Karanganyar.
Tetapi saat melihat pintu gerbang Mapolres Karanganyar tertutup, muncul keberanian melancarkan aksi. Enam remaja itu mengaku kapok setelah dicari dan dibawa ke Mapolres Karanganyar untuk dimintai keterangan.
"Kapok dipanggil polisi. Enggak mau bikin lagi. Sudah dimarahi orang tua juga. Saya masuk angin setelah itu [membuat video]. Hla enggak pakai baju lalu diguyur air pagi-pagi," ujar FC.
Tag
Berita Terkait
-
Jumlah Pendaki Gunung Lawu Jelang Akhir Tahun Diprediksi Capai 3.000 Orang
-
Akhirnya Mengaspal, Mobil Mewah Bupati Karanganyar Jadi Sorotan
-
Ular Piton 3 Meter Muncul di Got, Pegawai Pabrik Syok Tak Jadi Makan
-
Setelah Cewek Seksi, Giliran Pemuda Telanjang Dada Mandi Sambil Berkendara
-
Aksi Pedangdut Keramas di Atas Motor, Ica dan Adiknya Terancam Kena Pidana
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Jangan Lewatkan Hari Pertama, Pemprov Jateng Minta Ayah Antar Langsung Anak ke Sekolah
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan, Pemprov Jateng Belum Tunjuk Plt
-
Yoyok Sukawi Pastikan PSIS Semarang Bebas dari Larangan Transfer FIFA
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pendampingan Desa Wisata agar Naik Kelas
-
Sisi Kelam Embun Es Dieng: Saat Wisatawan Berfoto, Petani Menanggung Rugi Miliaran Rupiah