SuaraJawaTengah.id - Dunia jagat maya digegerkan dengan keberadaan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Keraton itu dipimpin oleh Toto Santoso Hadiningrat yang dipanggil Sinuhun. Permaisurinya dipanggil Ratu Dyah Gitarja.
Sayangnya, riwayat keraton itu harus berakhir sebelum masa keemasan yang dinantikan kelompok itu datang. Lantaran, sang raja dan permaisurinya tak berdaya saat ditangkap polisi. Baju kebesarannya pun telah berganti baju tahanan di Polda Jawa Tengah dan terancam hukuman pidana.
Warganet kini kembali dihebohkan dengan foto kegiatan Toto dan pengikutnya yang beredar di media sosial. Tempat pelaksanaan acara itu pun tak asing, yakni di Tuk Bimalukar Dieng. Jika benar informasi itu, berarti kelompok itu sudah eksis cukup lama.
Kepala UPTD Objek Wisata Dieng Dinas Pariwisata Banjarnegara Aryadi Darwanto membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan pada tahun 2019 lalu, Toto dan ratusan pengikutnya datang ke Dieng untuk melaksanakan acara pengukuhan. Acara itu dipusatkan di komplek Candi Arjuna Dieng dengan seizin Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Dieng.
"Pesertanya ada yang dari Klaten, Yogyakarta, dan Purworejo. Warga lokal sepertinya tidak ada," katanya
Aryadi mengatakan, mereka mengawali prosesi itu dengan ritual pengambilan air suci di Tuk Bima Lukar Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar Wonosobo. Acara berlanjut kirab menuju Candi Arjuna Dieng dengan diiringi alunan musik. Warga setempat turut menyaksikan kegiatan yang meriah itu.
"Acaranya biasa sih, doa-doa gitu, terus pengukuhan, ada nyanyian hymne nya juga isinya bagus, "katanya
Aryadi mengatakan, acara itu digelar sejak sehabis magrib sampai sekitar pukul 02.00 Wib dini hari. Aryadi mengaku sempat menyaksikan acara itu namun tak sampai selesai. Ia mengaku tak kuat dengan suhu Dieng yang semakin turun menjelang tengah malam.
Terlebih saat itu turun embun es di kawasan Dieng sehingga hawa dingin terasa kuat. Namun hawa beku itu ternyata tidak membuat peserta kegiatan itu bubar. Mereka tetap melangsungkan kegiatan hingga dini hari.
Baca Juga: Sempat Diarak Naik Kuda, Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat Kini Ditahan
"Saya juga heran mereka bisa kuat, itu pas turun salju," katanya.
Kontributor : Khoirul
Berita Terkait
-
Bangun Yayasan Padamu Negeri, Totok Gaet Warga Gunungkidul Jadi Anggota
-
Sempat Diarak Naik Kuda, Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat Kini Ditahan
-
Sempat Nangis, Penampakan Ratu Kerajaan Agung Sejagat saat Ditangkap Polisi
-
Sebelum Jadi Ratu Kerajaan Agung Sejagat, Fanni Sempat Buka Salon
-
Protes, Ratu Kerajaan Agung Sejagat: Kami Diperlakukan seperti Teroris
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting