SuaraJawaTengah.id - Sekitar empat bus mengangkut ratusan warga Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah untuk menghadiri hajatan resepsi pernikahan di Banyumas diminta pulang sebagai antisipasi kerumunan warga di tengah merebaknya virus corona.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek pun buka suara terkait hal itu.
Informasi yang didapat Solopos.com (jaringan Suara.com), rombongan empat bus warga Wonogiri itu pun diminta pulang oleh aparat setempat. Bupati Jekek menyebut berangkatnya warga Wonogiri ke Banyumas itu terjadi karena mengedepankan budaya.
Saat kembali ke Wonogiri, tidak ada tindakan khusus yang dilakukan Pemkab kepada empat rombongan bus tersebut. Karena tidak ada warga yang berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
“Mereka itu mendapat teguran dari kepolisian bukan karena mereka terjangkit atau menunjukan gejala Covid-19, tetapi karena ada maklumat dari Polri agar tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan banyak masa. Tetapi dari peristiwa tersebut, masyarakat kami tersadarkan bahwa kegiatan semacam itu tidak diperkenankan,” kata Jekek kepada wartawan, Senin (23/3/2020).
Di sisi lain, Jekek telah mengeluarkan surat edaran kepada camat se-Wonogiri berkaitan dengan pelaksanaan hajatan atau perjamuan. Bupati Wonogiri mengimbau hajatan untuk ditunda dulu termasuk resepsi pernikahan.
Surat edaran tersebut dikeluarkan sebagai upaya peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan virus corona atau Covid-19. Apalagi persebaran virus tersebut cenderung terus meningkat.
Jekek mengatakan camat harus menyosialisasikan surat edaran itu kepada seluruh lurah atau kepala desa di wilayahnya. Dalam surat edaran itu sendiri terdapat dua poin penting.
Pertama, ketika warga Wonogiri mengadakan hajatan, khusunya pernikahan, diimbau agar pelaksanaan akad nikah bagi agama Islam dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, untuk agama lain menyesuaikan. Kedua, pelaksanaan resepsi pernikahan sebaiknya dilakukan penundaan.
Baca Juga: 28 Kambing di Wonogiri Mati Misterius, Leher dan Perutnya Tercabik
Jika ada masyarakat yang akan melakukan hajatan dengan mengundang banyak orang, kepala desa beserta Babinsa dan aparat lainnya harus turun tangan. Mereka diminta untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi yang terjadi saat ini.
“Kalau hanya sekadar larangan berupa surat, masyarakat kurang teredukasi. Tetapi jika diberi pengetahuan oleh beberapa unsur dengan instrumen kultur atau sesuai dengan budaya masyarakat setempat akan lebih efektif. Meskipun hanya imbauan jika dilakukan dengan cara tersebut, masyarakat akan memahami dan teredukasi,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Corona Covid-19 di Thailand dan Filipina Alami Peningkatan
-
Cegah Penyebaran Corona, Polisi Paksa Tutup Warung Kopi di Gresik
-
Wabah Corona, RSUD Cianjur Tutup Jadwal Besuk Pasien
-
Batal di Alun-Alun, Warga Depok Rapid Test Virus Corona di Puskesmas
-
Warga Mengeluh Transportasi Publik Dibatasi, Mahfud MD: Sabar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026