SuaraJawaTengah.id - Wabah pandemi corona yang merebak di Indonesia belum menunjukkan penurunan kasus. Dampak kini makin dirasakan masyarakat.
Sebagian masyarakat memang bisa bekerja dari rumah, namun tidak sedikit orang harus tetap berada di jalanan untuk mengasi rejeki agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bahkan, sebelum adanya virus corona, masih ada warga di sekitar kita yang sebenarnya sangat kesulitan agar tetap bisa makan sehari sekali. Keadaan ini makin buruk saat virus corona melanda, pendapatan turun, namun potensi tertular virus corona tetap besar.
Istilah, "keluar rumah meninggal karena corona, diam di rumah mati karena lapar," nampaknya benar-benar terasa bagi sebagian warga di negara Indonesia. Khususnya kawasan menengah ke bawah.
Hal inilah yang mungkin ditunjukkan dalam unggahan akun Twitter @Annssamn_ yang menunjukkan seorang bapak-bapak penjual keset yang biasa menjajakan barang jualannya sekitar jalan Tol tak jauh dari Taman Tirto Agung.
"Buat temen-temen yang masih di Tembalang aku mau cerita sedikit yang mungkin bisa mengetuk hati kalian, tentang Bapak Ramah Penjual Keset ini," tulis akun tersebut.
Dalam unggahan tersebut menunjukkan foto seorang laki-laki yang berada di terowongan, tepatnya seorang penjual keset. Si pengunggah juga menunjukkan tangkapan layar status temannya yang secara garis besar menceritakan tentang bapak tersebut.
"Jadi kemarin sekitar jam 10 malam, aku muter-muter Tembalang nyari kopi. Kemudian pas aku muter lewat terowongan aku liat bapak-bapak jualan keset. Aku lewat, udah itu aku balik lagi ternyata bapaknya masih ada disitu. Takut kukira bapaknya ketiduran, kusamperin. Harga kesetnya itu antara 5-25 ribu, sedangkan biaya dia untuk naik ojek langganannya sampai 60 ribu. Hari ini dia baru dapet 10 ribu. Yuk temen-temen di Tembalang dibantu larisin dagangan bapak ini," tulis dalam tangkapan layar tersebut.
Akun @Annssamn_ juga menuliskan, saat temannya bercerita sambil menangis, mengisahkan cerita hidup tentang penjual keset tersebut.
Baca Juga: Mulai 30 April, TikTok Larang Anak di bawah 16 Tahun Gunakan DM
"Dengan raut muka lelah mata merah berair dan sudah sepuh bapak ini masih semangat tiap hari berjualan Keset, dari rumahnya yang agak jauh dari Tembalang. Dengan harga Keset yang murah banget dan penghasilan yang gak sebanding," ujarnya.
Dalam unggahannya tersebut, @Annssamn_ juga mengajak kepada teman sejawatnya untuk ikut membeli dagangan bapak tersebut, dengan niat membantu meringankan beban hidup beliau.
"Cerita lagi tadi pas temenku nyamper beliau, bapaknya terlihat lesu dan laper. Terus temenku nanya pak sudah makan belom, beliau bilang bawa makanan ditaruh di kantong kresek, tapi kaya ga ada makanannya itu tumpukan keset doang. Terus temenku nawarin makan, bapaknya bilang ndausah sambil senyum. Bayangin guys, beliau lagi lelah dan kelaparan tapi masih bisa senyum dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah tiap harinya. Mau nangis banget," tulisnya.
Netizen yang mengomentari thread tersebut banyak yang menanyakan apakah ada donasi untuk bapak tersebut. Namun, disampaikan oleh @Annssamn_, saat ini belum ada donasi atau sebagainya. Belakangan, bapak penjual keset tersebut diketahui bernama Nur, dan rumahnya ada di pringapus, Ungaran, Kabupaten Semarang.
Berita Terkait
-
Lukman Niode Tutup Usia karena Corona, KONI: Indonesia Kehilangan Legenda
-
Pasien Corona Terbanyak di Jakarta Ada di Kelurahan Kebon Kosong
-
Obrolan Luna Maya Soal Corona Tak Ganas Diprotes Dokter Jantung
-
47.588 Orang di Jakarta Jalani Rapid Test, 1.791 Positif Corona
-
Tersangka Penolakan Jenazah Covid-19 di Banyumas Bertambah Jadi Empat Orang
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up
-
Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur
-
Semen Gresik Pererat Sinergi dengan Ratusan Distributor dan Toko Bangunan di Soloraya
-
Merekam Cerita dari Negeri: BRI inFrame 2026 Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026