SuaraJawaTengah.id - Wiwid Nugroho (30) warga Trucuk, Kelurahan Palar, Kecamatan Palar, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah baru saja menjadi korban penipuan. Ia harus kehilangan duit sebesar Rp 30 juta setelah pesan masker secara online tak kunjung dikirim.
Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Yoga.
“Iya benar, laporannya sudah kami trima minggu lalu. Dari korban, penyidik juga sudah kantongi barang bukti berupa slip bukti transfer melalui ATM dan keterangan saksi-saksi. Termasuk pemeriksaan saksi korban," ujar Dewa sebagaimana dilansir Beritajatim.com, Sabtu (25/4/2020).
Menurut dia, kejadian ini bermula saat awal April lalu, korban berselancar di aplikasi Facebook (FB) untuk mencari agen masker sensi. Kebetulan saat sedang cari informasi jual beli masker, korban tiba-tiba diberi tahu salah satu teman FB-nya melalui mesenger FB dengan memberikan nomor handphone (HP) agen masker.
“Korban kemudian menghubungi nomor telepon tersebut. Pertanyaan korban dijawab, jika pelaku menjual masker merk sensi dengan harga per boks-nya Rp 150 ribu. Korban kemudian memesan 600 boks sekaligus dengan harga Rp 30 juta. Sebagai komitmen jual beli masker, transaksi dilakukan korban sebanyak dua tahap,” katanya.
Kali pertama, korban mentransfer uang sebesar Rp 15 juta pada, Senin (13/4/2020) sekitar pukul 12.13 WIB. Korban melakukan transaksi di ATM BNI Wilayah Ngoro dengan nomor rekening tujuan BRI atas nama Sarah Oktaviani. Traksaksi ke dua dilakukan pada, Selasa (14/4) sekitar pukul 06.47 WIB di ATM BNI Kecamatan Pungging.
“Nomor rekening dengan nominal sama yakni sebesar Rp 15 juta, sehingga total yang ditrasfer korban Rp 30 juta untuk pembelian masker sensi 600 boxs pada pelaku. Namun setelah mentransfer uang sebesar Rp 30 juta, pelaku justru tak merespon telepon dari korban,” jelasnya.
Sementara masker yang dipesan korban juga tak kunjung dikirim. Sadar jadi korban dugaan penipuan dan penggelapan jual beli masker online, korban kemudian melaporkan ke Mapolres Mojokerto untuk ditindak lanjuti. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak tertarik dengan jual beli masker secara online di tengah pandemi Covid-19.
“Karena tak jarang momen seperti ini kerap dimanfaatkan pelaku untuk berbuat tindak pidana. Yakni dengan mengambil kesempatan, di momen masyarakat sangat membutuhkan masker. Pelaku mengambil kesempatan menawarkan masker, setelah uang dikirim barang tidak dikirim pada pembeli,” tuturnya.
Baca Juga: 5 Cara Hindari Penipuan Online Terkait Covid-19 ala Google
Disamping menerima laporan masyarakat. Dari Bareskrim Saiber Polri, juga sudah ada aduan online. Dengan alamat patroli saiber.id. masyarakat bisa melapirkan secara online dengan modus menggunakan IT. Di dalam saiber ini, masyarakat bisa mencantumkan alamat akun. “Setelah ada laporan, tentu ada tindakan represif yang dilakuman kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” imbuh Dewa.
Berita Terkait
-
5 Cara Hindari Penipuan Online Terkait Covid-19 ala Google
-
Tipu Calon Suami, Wanita di Bantul Habiskan Uang Pernikahan Ratusan Juta
-
Nyaru Personel Basarnas dan Pinjam Ambulans, Yudhi Diamankan Polsek Sedayu
-
Cerita Pedagang Mi Saat Corona: Pembeli Sepi, Elpiji Raib Diembat Maling
-
Waspada Penipuan Email Terkait Covid-19
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang
-
Mengenal Varian Cicada, Ahli Sebut Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Dibanding Dewasa
-
Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain