SuaraJawaTengah.id - Sebuah masjid di Joyotakan, Serengan, Solo nekat masih menggelar sholat tarawih berjamaah. Padahal ada satu jamaah masjid itu positif corona.
Bahkan tujuh orang kontak erat dari keluarga maupun jemaah lainnya reaktif berdasarkan hasil rapid test. Saat ini mereka masih menunggu hasil tes swab tenggorokan untuk memastikan positif atau negatif Covid-19.
Anggota jemaah masjid yang positif corona itu terkonfirmasi pada Kamis (7/5/2020) sebagai kasus ke-25 di Kota Bengawan. Dia diduga tertular saat mengikuti salat berjamaah di masjid. Pria berusia 63 tahun itu yang bekerja di toko mebel itu tidak punya riwayat perjalanan keluar kota.
Sehari setelah anggota jamaah masjid di Joyotakan, itu dinyatakan positif corona, perwakilan Kantor Kementerian Agama bersama Muspika Serengan langsung mendatangi takmir masjid setempat pada Jumat (8/5/2020).
Dua kali petugas dari Kemenag Solo mendatangi takmir masjid guna mengimbau agar kegiatan ibadah berjamaah ditiadakan sementara karena ada jemaah yang positif corona. Namun, takmir masjid menolak dengan alasan telah menerapkan protokol kesehatan sehingga tetap menggelar salat jamaah.
Selain itu, takmir menyebut kegiatan ibadah di masjid tersebut adalah keinginan dari jamaah. Kemenag mengaku tidak berwenang melarang penyelenggaraan ibadah karena Solo tidak sedang menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Upaya persuasif, bujuk rayu kami sampaikan. Jadi agak repot juga. Kami tidak bisa melarang dan hanya bisa mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar lebih berhati-hati,” tandasnya.
Ketahuan Mudik Pakai Sepeda Motor, 7 Orang Ini Langsung Digiring ke Grha Wisata Solo
Pemkot Solo juga sudah melakukan pendekatan kepada takmir masjid di Joyotakan yang salah satu jemaah positif corona. Namun takmir masjid berkukuh menggelar ibadah berjamaah di masjid.
Baca Juga: Polisi Dibacok Saat Lerai Tawuran di Tambora, 23 Orang Ditangkap
“Masjid seharusnya ditutup dulu kegiatan untuk jamaahnya. Salat di masjid silakan terutama takmir dan marbot yang memang tugasnya jaga di masjid. Jangan sampai jadi klaster baru karena lokasinya di pinggir jalan,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya