SuaraJawaTengah.id - Netizen nyinyir dengan kebijakan Bupati Karanganyar Juliyatmono yang memperbolehkan warganya sholat Idul Fitri berjemaah di lapangan, masjid maupun musala. Meskipun begitu, Juliyatmono meminta kepada warga Karanganyar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat salat Id berjemaah.
Ternyata keputusan Juliyatmono tersebut ditanggapi ramai oleh netizen di media sosial Instagram. Pasalnya, keputusan tersebut dianggap tak sejalan dengan pemerintah pusat yang meminta agar masyarakat sholat Idul Fitri di rumah saja.
Akibatnya muncul istilah Karanganyar Terserah di Instagram.
"Indonesia terserah, karanganyar terserah," kata pengguna akun Instagram @alleluiya di unggahan Instagram @soloinfo, Senin.
"Terserah," tambah pengguna akun Instagram @gratia_style.
"Pie to Pak Pak, Karanganyar melu2 terserah," lanjut pengguna akun @ymputri14.
"Karanganyar??? Terserah!!!" imbuh pengguna akun @nurulgamiss.
Di sisi lain, ada pula netizen yang mengaku bersyukur atas keputusan Juliyatmono yang memperbolehkan warga Karanganyar menggelar sholat Idul Fitri.
"Baguuus lah, ke mall daja nggak di larang, masa sholat ied kaga boleh," ujar netizen pengguna akun @dinndad2809.
Baca Juga: Warga Depok Dilarang Takbiran Keliling, Sholat Idul Fitri Harus di Rumah
Yuli, sapaan akrab Bupati Karanganyar mengizinkan warga sholat Idul Fitri berjemaah lantaran mengklaim persebaran Covid-19 bisa dikendalikan. Sampai saat ini Pemkab Karanganyar mendeteksi dua klaster penularan, yakni klaster Gowa dan tenaga kesehatan maupun medis.
"Pertimbangan sederhana. Persebaran Covid-19 terkendali. Lokus sudah diketahui dan stagnan atau mengalami perlambatan, sudah terkendali. Kami identifikasi dan memberikan pilihan pada masyarakat. Boleh salat Id tetapi perhatikan protokol kesehatan. Salat Idul Fitri ini kan setahun sekali. Tetapi hindari halalbihalal," kata Bupati saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2020) kemarin.
Yuli juga menyampaikan rencana Pemkab menyelenggarakan salat Id bersama di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. Dalam agenda itu dia akan bertindak sebagai pengkhotbah.
Bupati mempersilakan masyarakat datang mengikuti sholat Idul Fitri, tetapi dengan sayarat menerapkan protokol kesehatan mencegah persebaran Covid-19.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama