SuaraJawaTengah.id - Seorang pemuda asal Klaten viral karena dekorasi dinding rumahnya dengan koran bekas. Dia adalah Ghalih Rizky Prayoga yang berusia 18 tahun.
Ghalih melakukan itu karena mendapatkan tugas. Tugas itu didapatkan Ghalih di salah satu lembaga pelatihan kerja (LPK) tempat dia menimba ilmu selama beberapa pekan terakhir.
Dia memang berada di LPK tersebut selepas lulus dari jurusan mesin SMK Negeri Jawa Tengah di Purbalingga.
Tugas yang diberikan yakni penerapan budaya kerja Jepang berkonsep 5S yakni seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke. Penerapan itu dilakukan masing-masing peserta didik di lingkungan rumah mereka.
"Pada prinsipnya tentang aspek kebersihan dan kerapian," kata Ghalih saat ditemui Solopos.com di rumahnya Dukuh Pokoh, RT 01/RW 02, Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, Minggu (31/5/2020) kemarin.
Terinspirasi Pemilik akun @aismeler yang membagikan foto ruangan penuh koran yang menempel tembok serta terlihat indah, Ghalih kepincut untuk membikinnya guna menyelesaikan tugas. Selain itu, dia merasa miris dengan kondisi kamarnya yang selama tiga tahun terakhir jarang dia setelah menempuh pendidikan SMK di Purbalingga.
Kamar Ghalih sendiri berukuran 3 meter x 3 meter. Ghalih lantas membulatkan tekad mengerjakan tugas sembari menata kamarnya. Ghalih memperoleh setumpuk koran Solopos bekas dari tetangganya secara gratis.
"Ada tetangga yang langganan koran. Saya diberi gratis setelah saya sampaikan digunakan untuk membuat tugas," kata Ghalih.
Selotip bolak-balik seharga Rp4.000 untuk menempelkan koran menjadi satu-satunya barang yang dia beli. Sementara, untuk memotong selotip dan koran Ghalih memanfaatkan gunting di rumahnya.
Baca Juga: Kreatif! Bikin Lukisan Mobil Tanpa Kanvas, Modal Cuma Koran Bekas
Untuk mendekorasi kamarnya, Ghalih butuh waktu sekitar tujuh jam pada Jumat (29/5/2020) dimulai pukul 10.00 WIB.
"Saya kerjakan sendiri. Selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Saat pemasangan itu ada yang lepas karena cat tembok mengelupas. Jadi harus dibersihkan dulu cat-cat yang mengelupas," kata Ghalih.
Saat proses pengerjaan, Ghalih berusaha merapikan halaman koran agar seragam di masing-masing sisi tembok. Halaman berwarna dia usahakan tempatkan pada sisi tembok yang sama.
Namun, bungsu dari tiga bersaudara itu tak kepikiran untuk melihat atau membaca isi satu per satu halaman koran sebelum dia pasang.
Hingga akhirnya tiga sisi tembok sudah dipenuhi koran bekas lengkap dengan menata kamar tidur serta meja, kursi, dan dua almari plastik. Sementara, satu sisi belum dipenuhi koran lantaran dia kehabisan bahan.
Ghalih lantas mengirimkan tugas tersebut melalui e-mail pada keesokan harinya atau Sabtu (30/5/2020). Ghalih juga mengunggah hasil dekorasi kamarnya ke akun twitter pribadi bernama @ghalihprayoga_.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran