SuaraJawaTengah.id - Seorang warganet sekaligus YouTuber B. Pratama Saputra menyentil kasus sepeda masuk kafe yang tempo hari terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Ia pun mengingatkan para oknum pengendara sepeda agar tak bersikap seperti langit.
Melalui akun Twitter-nya @bpratamasaputra, ia membuat video kocak yang isinya me-roasting perbuatan pelaku. Pratama pun mengatakan bahwa manusia itu tercipta dari tanah sehingga jangan bersikap layaknya langit.
"Dewe ki menungso tercipta seko tanah. Mbok yo ojo bersikap koyok langit. Opo yo dapuranmu iku tercipta soko tanah sengketa?" kata Pratama. Kita ini manusia tercipta dari tanah. Tolong jangan bersikap seperti langit. Apa ya kamu itu tercipta dari tanah sengketa?
Tak hanya itu, ia pun mempertanyakan permintaan maaf yang diungkapkan oleh salah seorang pelaku. Dalam video itu, mereka mengaku sebagai anggota baru sehingga belum mengetahui etika bersepeda.
Namun, istilah etika bersepeda membuat YouTuber dan influencer itu bingung. Pasalnya, sebagai orang dewasa, tanpa mengenal etika bersepeda pun, mereka seharusnya sudah tahu bahwa tak elok membawa sepeda masuk ke dalam ruangan.
"Dalam kasus iki, etika bersepeda marai aku bingung. Tak wenehi contoh. Nek aku dolan neng omahmu, mlebu omahmu, numpak motor ki, tak gawa motorku, meh tak tuntun, meh tak tumpaki, sak-sakku. Tak gaw mlebu omahmu, tak gawa mlebu kamarmu, tak gawa mlebu dapurmu, menurutmu aku ki menungso sing durung ngerti etika bermotor opo aku ki menungso gobl*k?" terangnya.
Dalam kasus ini, etika bersepeda bikin saya bingung. Saya kasih contoh. Kalau saya main ke rumahmu, masuk ke dalam rumahmu, naik motor, saya bawa motorku, mau saya tuntun atau saya naiki, terserah saya. Saya bawa masuk ke rumahmu, kamarmu, dapurmu, menurutmu saya ini orang yang belum mengerti etika bermotor atau saya ini manusia bodoh?
Video buatan Pratama ini berhasil mengundang perhatian warganet. Hingga berita ini ditulis, video itu telah memperoleh lebihd ari 4,9 ribu likes dan dibagikan sebanyak 2,5 ribu kali. Warganet pun memenuhi kolom reply dengan beragam komentar kocak.
"Iso tuku pedah larang sek wedi kelangan, isin karo seng sepedah e 500ewuan. Bah ilang bah njempalik los pokok diparkir panggon semestine," tulis @rswdilham. Bisa beli sepeda mahal tapi takut kemalingan, malu sama sepeda harga Rp 500 ribuan. Mau hilang, mau terbalik terserah yang penting parkir di tempat yang semestinya.
Baca Juga: Kronologi Rombongan Pesepeda Brompton Masuk Kafe
"Etika bersepeda versi wong tercipta soko lahan sengketa ncen marai bingung mas," kata @Cruzita_tya.
Berita Terkait
-
Saat Materi Pandji Pragiwaksono Jadi Urusan Polisi, Para 'Korban' Roasting Malah Santai Banget
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis
-
Di Balik Gap Usia: Saat Roasting Antar Generasi Dinormalisasi
-
GOLDLive Indonesia & Comika Hadirkan Adili Idola di The Kasablanka Hall, Fedi Nuril Diroasting!
-
Pandji Pragiwaksono Siap Stand Up di depan Anggota DPR, Asal Tanpa Sensor
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama