SuaraJawaTengah.id - Minggu (21/6/2020) pagi, Nenek Remin tampak tersenyum lebar di teras rumahnya yang berada di Desa Sumampir Kecamatan Rembang Purbalingga.
Kegembiraannya memuncak, lantaran sang cucu Fajar (13) yang baru saja lulus dari bangku sekolah dasar (SD) menerima pemberian sepasang sepatu secara cuma-cuma.
Selama ini, Nini Remin terpaksa mengasuh cucunya sendirian, lantaran Ibu Fajar telah lama meninggal. Fajar berusia 40 hari, sedangkan ayahnya merantau tanpa ada kabar lagi.
“Saya sendiri nggak ada penghasilan,” kata Nini Remin seperti dilansir dari Purwokertokita.com.
“Saya belum tahu, Fajar nanti meneruskan sekolah atau tidak,” lanjutnya.
Pegiat sosial Sedekah Sepatu Layak Pakai, Yuspita Palupi, yang sedari tadi duduk di samping Fajar, tak bisa menutupi kesedihannya. Tak sekali dua kali, Yuspita mendengar cerita miris setiap kali mengantarkan sepasang sepatu pada anak-anak tak mampu.
Sebelumnya, di Dusun Bawahan, Kecamatan Rembang, dia juga mendapati seorang anak yang mesti berjalan kaki selama satu jam menuju sekolah.
Meski begitu, pemberian bantuan kepada Fajar dan lima anak lainnya di wilayah Kecamatan Rembang merupakan putaran kedua.
Sebelumnya sedekah sepatu telah dilakukan ke Rumah Kreatif Wadas Kelir di Desa Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Sedekah sepatu yang telah berjalan sejak 4 April 2020 lalu, hingga Jumat (26/6/2020) telah menyalurkan 50 pasang sepatu.
Baca Juga: Seniman Jateng Salurkan Donasi Rp 425 Juta
“Awalnya sedekah sepatu ini nirkonsep,” kata Yuspita yang akrab disapa Ita.
Sedekah sepatu bermula karena keinginan Ita sendiri. Ia melihat koleksi sepatu milik suaminya, anaknya dan dirinya yang lebih banyak tergeletak tak terpakai.
Ita merasa nilai guna sepatu bekas tersebut akan lebih bermanfaat bila disalurkan pada yang membutuhkan. Lantaran itu, ia pun membersihkan sepatu-sepatu bekas tersebut ke jasa pencucian sepatu. Tekadnya bulat, menyalurkan sepatu-sepatu tersebut sebagai bagian solidaritas sosial.
“Senang rasanya. Apa yang kami miliki, bisa lebih berguna atau membantu orang lain,” katanya.
Keinginan berbagi itu pula yang mendorong Ita mencoba memperluas sedekah sepatu melalui donasi terbuka di jejaring sosial, menghubungi saudara juga teman-teman dekatnya. Niat Ita disambut baik, lewat jejaring digital sejumlah donatur mengirimkan sepatu. Sejumlah sahabat Ita juga ikut bergerak jadi relawan untuk menggalang donasi.
“Awalnya memang sepatu layak pakai yang dikirimkan sejumlah donatur. Kebanyakan jenisnya sneakers. Tapi kemudian ada juga yang membantu uang untuk dibelikan sepatu-sepatu baru,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026
-
Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan