SuaraJawaTengah.id - Taman Jaya Wijaya di Mojosongo, Solo akan ditutup. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan ancaman penutupan itu menyusul ramainya lokasi itu saat pagi dan malam hari.
Penutupan Taman Jaya Wijaya menjadi solusi akhir apabila pengunjung tempat terbuka itu nekat mengabaikan protokol kesehatan. Kelurahan Mojosongo yang menjadi lokasi taman itu menjadi salah satu zona merah di Kota Bengawan.
Untuk diketahui hingga Senin (13/7/2020), tercatat ada 11 kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Solo dengan perincian seorang meninggal dunia, 5 orang masih dirawat inap, dan 5 orang lainnya sembuh. Kasus di Kelurahan Mojosongo menjadi yang terbanyak kedua setelah Kelurahan Jebres.
“Bukan berarti Pemkot arogan. Kami ini sayang dengan masyarakat. Begitu berkerumun langsung kami swab mendadak. Sudah diberi tempat duduk yang ada gambarnya masih bergerombol, terus tidak pakai masker. Taman Jaya Wijaya kalau perlu ditutup dulu,” kata dia, kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).
Sebelumnya, Lurah Mojosongo, Winarto, mengirim nota dinas kepada Wali Kota berisi permohonan penutupan Taman Jaya Wijaya dari pedagang dan pengunjung.
Nota yang dikirim pada 13 Juli tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Camat Jebres.
“Kami mohon petunjuk dan arahan untuk menertibkan pedagang dan pengunjung Jaya Wijaya. Dalam kondisi sekarang ini dengan skala besar ramai sekali, terutama pagi dan malam hari. Sehingga terhindar dari kerumunan warga yang tidak memenuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19,” kata Winarto, dalam nota dinasnya.
Camat Jebres, Sulistiarini, mengatakan permohonan penutupan taman itu merupakan akibat dari banyaknya warga yang membandel.
Sejumlah petugas perlindungan masyarakat (linmas) rutin diterjunkan guna berpatroli untuk mengingatkan warga. Namun, mereka tetap berkerumun di taman itu dan mengabaikan protokol kesehatan.
Baca Juga: Tak Cuma Tutup di Surabaya, RRI Lockdown Kantor di Solo dan Makassar
“Pengelolaan Taman Jaya Wijaya masih di bawah DLH, sehingga surat itu juga ditembuskan ke sana,” kata dia, kepada solopos.com, Selasa.
Berita Terkait
-
Buka 4 Posko Mudik Lebaran, Satker PJN DIY Lakukan Sejumlah Penanganan Demi Kenyaman Pemudik
-
Pemudik Asal Bekasi Bingung Terlantar di Tol Semarang-Solo Usai Diturunkan Bus
-
Rincian Lengkap Tarif Tol Jakarta-Solo untuk Mudik Lebaran 2026, Wajib Siapkan Saldo Segini
-
Lampu Proyek Tol Solo-Jogja Banyak Dicuri, Berpotensi Bahayakan Keselamatan Pengendara
-
Tarif Tol Semarang-Solo, Terbaru Bulan Maret 2026 untuk Semua Golongan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Melawan Petugas Saat Razia Petasan, 4 Pemuda di Kudus Diamankan Polisi
-
Jateng Diserbu 1,3 Juta Kendaraan Pemudik, Ahmad Luthfi: Sentralnya Mudik Ya di Sini!
-
Benteng Pendem Cilacap: Saksi Bisu Dua Penjajah dan Destinasi Wisata Sejarah Saat Lebaran
-
Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran
-
BRI Dorong Tradisi THR Lebaran Digital, 2 Fitur BRImo Jadi Andalan Nasabah