SuaraJawaTengah.id - Gibran Rakabuming Raka safari politik untuk mencari dukungan ke simpul PDI Perjuangan di Kota Solo selama 2 pekan ke depan. Dia akan kunjungi DPC, PAC sampai anak ranting PDIP.
Gibran resmi mendapatkan rekomendasi sebagai calon wali kota atau cawali Pilkada Solo 2020 dari PDIP. Gibran dijadwalkan menghadiri agenda konsolidasi internal partai di tingkat pimpinan anak cabang (PAC) dan ranting-ranting PDIP di Solo.
“Beberapa hari ke depan saya akan lebih intensif untuk kegiatan parpol untuk konsolidasi, komunikasi dengan teman-teman DPC, PAC, ranting dan anak ranting. Agendanya untuk bersilaturahmi satu per satu,” kata Gibran saat diwawancarai wartawan di Posko Sukarelawan Pendukung Gibran di Manahan.
Intinya, lanjut Gibran, satu hingga dua pekan ke depan lebih banyak konsolidasi internal. Waktunya akan diatur para pimpinan anak cabang.
Namun, dia memastikan kegiatan para sukarelawan pendukungnya di bidang kemanusiaan selama masa pandemi Covid-19 tetap berjalan. Kegiatan itu seperti pembagian masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, cairan disinfektan, serta vitamin.
“Untuk teman-teman jaringan sukarelawan masih di kegiatan-kegiatan kemanusiaan,” sambung dia.
Agenda prioritas lain Gibran seusai mengantongi rekomendasi sebagai cawali di Pilkada Solo yakni bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.
Dia akan mengajak calon wakilnya, Teguh Prakosa, untuk menemui Achmad Purnomo bila yang bersangkutan sudah menyediakan waktu.
“Kalau Pak purnomo sudah agak longgar nanti saya dan Pak Teguh akan segera sowan beliau,” terang dia.
Baca Juga: Sempat Dilirik Jadi Rival, Achmad Purnomo Siap Masuk Tim Pemenangan Gibran
Menurut Gibran sebetulnya dirinya dengan Teguh Prakosa sudah bermaksud meluncur ke kediaman pribadi Achmad Purnomo di Jl Bhayangkara, Solo, seusai menerima rekomendasi cawali-cawawali Solo, Jumat (17/7/2020).
Tapi saat itu Purnomo berada di Jogja sehingga rencana itu diurungkan.
“Akhirnya kami ke Loji Gandrung,” urai dia.
Sebagaimana diberitakan, Gibran Rakabuming Raka resmi mendapatkan rekomendasi sebagai cawali Pilkada Solo 2020 dari DPP PDIP.
Rekomendasi diumumkan secara daring melalui aplikasi Zoom yang disaksikan bersama penerima rekomendasi dari daerah lain di Panti Marhaen, Semarang, Jumat.
Sebagai cawawali, DPP PDIP memberikan rekomendasi kepada Teguh Prakosa yang sebelumnya diusulkan oleh DPC PDIP Solo berpasangan dengan Achmad Purnomo.
Berita Terkait
-
Puji Pandji Pragiwaksono Lucu, Gibran Rakabuming Raka Sebut Ada yang Lebih Parah dari Mens Rea
-
Sambung Candaan Pandji, Coki Pardede dan Tretan Muslim Kasih Kopi ke Gibran Biar Tak Ngantuk
-
OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta
-
Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal
-
Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City
-
Jalur Kereta Pantura Lumpuh, KAI Batalkan 23 Perjalanan KA di Semarang Akibat Banjir Pekalongan
-
Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini
-
7 Mobil Bekas Cocok untuk Keluarga Harga Rp120 Jutaan, Nyaman dan Irit Bensin!
-
Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami