SuaraJawaTengah.id - Seorang tenaga medis menularkan virus corona ke para tetangganya. Penularan itu terjadi karena si tenaga medis itu ikut ronda malam di lingkungan rumah.
Dia adalah warga Solo yang tak mengetahui dirinya positif Covid-19 karena tanpa gejala. Peristiwa itu terjadi belum lama ini.
Warga Solo tersebut diketahui merupakan seorang tenaga kesehatan atau nakes yang bekerja di daerah lain, namun berdomisili di Solo.
Nakes yang bekerja di daerah lain itu baru ketahuan positif dan masuk data Covid-19 Solo, Selasa (28/7/2020), seperti dilansir Solopos.com.
Pada hari itu ada lima nakes yang terkonfirmasi positif dan masuk data Solo, salah satunya nakes yang bekerja di luar daerah tersebut.
Nakes itu tanpa gejala dan saat itu belum tahu dirinya positif Covid-19 sehingga beraktivitas seperti biasa, salah satunya ronda.
“Saat ronda itu mungkin terlalu dekat atau maskernya dilepas, kemudian menulari salah seorang teman rondanya. Kami tracing dan ternyata temannya tertular,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, Rabu (29/7/2020).
Terkait itu, Ning, sapaan akrabnya, menekankan protokol kesehatan harus diterapkan di mana saja.
Apalagi saat ini Solo kembali masuk zona merah atau risiko tinggi penularan virus corona karena kasusnya bertambah.
Baca Juga: Cegah Covid-19 di Kantor, Menaker Minta Perusahaan Siapkan Petugas Khusus
Protokol kesehatan itu yakni memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan bertemu orang, menjaga jarak aman saat bersama orang lain, dan menjaga kebersihan dengan sering-sering mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.
Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo mencatatkan tambahan tujuh kasus baru pada Rabu (29/7/2020). Tujuh kasus baru positif Covid-19 itu, lima di antaranya adalah tenaga kesehatan dan tanpa gejala.
Ning memerinci lima nakes yang terkonfirmasi pada Rabu itu empat di antaranya berasal dari RSUD dr Moewardi dan satu lainnya nakes RS daerah lain di Soloraya namun berdomisili di Solo.
Dua kasus lainnya adalah suspek yang hasil swab-nya positif.
Tambahan tujuh kasus tersebut membuat kumulatif kasus Covid-19 di Kota Bengawan mencapai 257 orang. Ini adalah jumlah kasus tertinggi se-Soloraya.
Meski ada penambahan dalam jumlah banyak dua pekan terakhir hingga mencapai 257 kasus,
Berita Terkait
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
Ariana Grande Idap Salah Satu Virus Mematikan, Mendadak Batal Hadiri Acara
-
Kasus TBC di Jakarta Capai 49 Ribu, Wamenkes: Kematian Akibat TBC Lebih Tinggi dari Covid-19
-
Anggaran Daerah Dipotong, Menteri Tito Minta Pemda Tiru Jurus Sukses Sultan HB X di Era Covid
-
Korupsi Wastafel, Anggota DPRK Aceh Besar jadi Tersangka usai Polisi Dapat 'Restu' Muzakir Manaf
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
-
BRI Peduli Bangun Saluran Air di Desa Depok, Wujudkan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan