Para petani menggelar upacara bendera kemerdekaan seusai memanen di Grumbul Kalibacin, Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Senin (17/8/2020). [Suara.com/Anang Firmansyah]
"Gabah kering seharga Rp 4.300 per kilogam. Untuk itu marilah kita petani sangat berharap kepada siapa saja yang berwenang, saya ingin petani disejahterakan, dimerdekakan, jangan sampai terlantar," ujarnya.
Dia mengaku sudah memiliki kartu tani, tapi, ia banyak mendapat keluhan dari anggotanya yang kurang berpendidikan yang katanya syaratnya tidak mudah.
"Dari 130 anggota, tidak sampai setengahnya memiliki kartu tani. Hanya sekitar 30 persen. Menggarap lahan sekitar 24 hektare dari tanah basah dan tanah kering untuk berkebun. Ya semoga kalau harus semua memiliki kartu tani, syaratnya lebih dipermudah lagi melihat banyak yang tidak berpendidikan," katanya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris