SuaraJawaTengah.id - Semburan lumpur panas bercampur gas di kawasan Kesongo, Kabupaten Blora merupakan fenomena gunung lumpur atau Mud Volcano. Meletusnya kawah lumpur panas yang mencapai belasan meter itu terjadi pada hari Kamis (27/08/2020).
Peristiwa tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat. Dari semburan lumpur panas itu, belasan ternak kerbau milik warga sekitar yang sedang digembalakan terjebak hingga mati terkubur lumpur.
Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsoed Dr. Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si memaparkan, gunung lumpur Kesongo yang terletak di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, merupakan salah satu gunung lumpur di bawah permukaan bumi.
“Secara alami, mirip dengan fenomena Bledug Kuwu, Bledug Cangkring, dan Bledug Sedangrejo yang terletak sekitar 15 kilometer di sebelah Barat Kesongo, tepatnya di daerah Grobogan,” kata Bayu, Rabu (2/9/2020).
Bayu menambahkan, letusan gunung lumpur Kesongo terjadi ketika gas metan dari bawah permukaan berusaha untuk mencapai permukaan namun terhalang oleh material lumpur. Kemudian ketika tekanan gas metan sudah cukup kuat dan mampu mendorong material lumpur keluar, maka terjadilah letusan gunung lumpur tersebut.
“Gunung lumpur yang sangat aktif dengan letusan yang kecil-kecil cenderung lebih aman dari letusan yang besar, karena tekanan gas di bawah permukaan bumi sudah dikeluarkan ke permukaan. Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada dan jangan beraktifitas terlalu dekat dengan kawah gunung lumpur yang ada di daerahnya terutama yang jarang aktif letusannya,” kata Bayu.
Adapun proses terjadinya gunung lumpur, menurut Bayu, yaitu akibat adanya sedimen lumpur yang diendapkan secara cepat jutaan tahun yang lalu. Pengendapan yang cepat menyebabkan sedimen lumpur yang masih banyak kandungan airnya terkubur dan tertekan oleh sedimen di atasnya.
Proses tektonik juga ikut berperan menekan sedimen lumpur tersebut sehingga sedimen lumpur mencari jalan keluar ke permukaan melalui rekahan-rekahan yang ada di atasnya.
Adanya kandungan gas bumi berupa gas metan yang bercampur dengan sedikit Karbondioksida dan Nitrogen juga menambah tekanan lumpur di bawah permukaan, sehingga menghasilkan letusan lumpur tersebut.
Baca Juga: Waduh! Angka Kematian Pasien COVID-19 di Jateng Meningkat 100 Persen
“Sisi positifnya adalah bahwa daerah ini umumnya sangat potensial menghasilkan minyak dan gas bumi,” kata Bayu yang juga ahli Geologi Minyak dan Gas Bumi.
Menurutnya, dengan teknologi dan pengetahuan yang baik tentang geologi daerah tersebut, maka akan dapat diproduksi dengan aman minyak dan gas bumi.
“Seperti yang telah dilakukan oleh beberapa perusahaan minyak yang sudah memproduksi migas di sekitar gunung lumpur tersebut,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Mud Vulcano Kesongo Blora Masih Meletup
-
ESDM Jawa Tengah: Semburan Lumpur Blora Tak Mengandung Gas, Cuma Air Garam
-
Lokasi Semburan Lumpur Beracun di Blora Kerap Dijadikan Ritual Pesugihan
-
Detik-detik Semburan Lumpur Beracun di Blora Sebabkan 19 Kerbau Hilang
-
Geger Semburan Lumpur di Blora, 4 Warga Pingsan dan 19 Kerbau Hilang
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Tiga Tim Rebut Gelar Juara Piala by.U Series Semarang 2026, Persaingan Atlet Futsal Muda Memanas
-
Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas
-
Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos
-
Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang, Wali Murid Beri Pesan Tegas ke Gibran
-
BRI Peduli Hadirkan Sepeda Bagi Mahesa yang Bersekolah di Pesisir Semarang: Makin Semangat Belajar