SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyiapkan permakaman khusus korban COVID-19. Permakaman seluas 3.200 meter persegi itu berada di Kelurahan Plumbungan Kecamatan Karangmalang, Sragen.
Namun, Disperkim yang menyiapkan 15 liang di lokasi itu, ternyata baru satu liang yang terpakai sejak April lalu. Padahal, sudah ada 18 korban jiwa akibat COVID-19 di Kabupaten Sragen.
Kepala Disperkim Sragen Raden Suprawoto menunjukkan makam yang terletak di pinggir sungai itu. Lokasi tersebut jauh dari permukiman penduduk dan berdekatan dengan jalur rel kereta api (KA).
Woto, sapaan akrabnya mengaku, sebenarnya tidak berharap ada yang memanfaatkan lahan itu sebagai permakaman. Sebelumnya, Woto sudah menemukan tiga makam tanpa nama di kompleks tersebut.
“Sebenarnya kami sudah sosialisasi lokasi makam itu jauh hari ke mana-mana. Ketika ada jenazah COVID-19 yang tidak diterima warga bisa dimakamkan di lokasi makam itu. Lokasi tersebut diperuntukkan bagi siapa pun warga Sragen yang tinggal di wilayah Sragen. Namun, selama lima bulan terakhir baru terisi satu orang, yakni warga dari wilayah Sragen Wetan, Sragen,” kata Woto dilansir Solopos.com, Kamis (3/9/2020).
Woto menyampaikan, permakaman khusus korban COVID-19 di Sragen itu juga dipasangi plakat peringatan wilayah berbahaya karena masih ada 14 liang yang masih terbuka sampai sekarang.
Woto berkisah ada jenazah korban COVID-19 dari Kalijambe yang hendak dimakamkan di lokasi itu, namun urung dilakukan.
“Saya dihubungi camat kemudian saya sarankan untuk memakamkan di lahan selatan Mbah Geng itu tetapi belum ada temannya. Kalau jenazahnya pasti akan menerima. Akhirnya, dari pihak keluarga memilih dimakamkan di Permakaman Umum SI (Syarikat Islam) Sragen,” ujarnya.
Woto menerangkan hanya memberi pelayanan kepada masyarakat. Woto menjelaskan korban Covid-19 banyak yang tak dimakamkan di lokasi tersebut karena keluarga yang memilih permakaman umum dukuh tempat mereka tinggal.
Baca Juga: Lihat Sosok Misterius di Makam, Pemuda Ini Malah Baca Doa Mau Makan
Sementara itu, berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, ada 18 warga Sragen yang meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19. Dari belasan kasus kematian itu, sebagian besar dimakamkan di tempat permakaman umum wilayah desa setempat, bukan di permakaman khusus korban COVID-19 yang telah disediakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren
-
Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z
-
Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban
-
Ambil Sampel Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas
-
BRI Perkuat Ekosistem UMKM Desa Brilian Hargobinangun Sleman