- Warga Desa Karangrowo Krajan, Kudus, menguras air sawah di tengah banjir untuk mencegah tanaman padi mati dan gagal panen.
- Petani membuat tanggul darurat dari karung berisi tanah mengelilingi sawah agar air banjir luar tidak masuk kembali.
- Tindakan warga menguras air tersebut didasarkan pada pengalaman bertani demi menyelamatkan tanaman padi yang sedang tumbuh hijau.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah banjir yang melanda wilayah Kudus, tepatnya di Desa Karangrowo Krajan, sebuah pemandangan tak biasa menyita perhatian publik.
Sejumlah warga terlihat menguras air dari area persawahan, meski banjir masih menggenangi wilayah sekitar. Aksi ini sontak menimbulkan tanda tanya dan memicu perdebatan di media sosial.
Peristiwa tersebut pertama kali viral setelah diunggah oleh akun TikTok @acylptra dan akun Instagram @jawatimurpopuler.
Dalam video yang beredar, tampak warga menggunakan alat seadanya untuk menyedot air dari sawah, sementara di sekelilingnya banjir masih belum sepenuhnya surut. Banyak warganet awalnya mempertanyakan efektivitas tindakan tersebut, bahkan tak sedikit yang menilai upaya itu sia-sia.
Namun, di balik aksi yang terlihat kontradiktif itu, tersimpan alasan penting yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan tanaman padi dan nasib para petani.
Upaya Mencegah Gagal Panen
Sejumlah komentar warganet yang memahami kondisi pertanian mulai memberikan penjelasan. Salah satu komentar menyebut bahwa tujuan utama warga adalah mencegah kerugian dan kegagalan panen.
“Intinya biar enggak rugi dan tidak gagal panen, itulah pemikiran dasar mereka. Meskipun netizen yang budiman menganggap itu percuma,” tulis seorang warganet.
Dalam dunia pertanian, khususnya pada tanaman padi, genangan air yang terlalu lama dapat menyebabkan tanaman mati. Meski padi membutuhkan air, kondisi terendam total dalam waktu lama justru bisa merusak batang dan akar, terutama pada fase pertumbuhan tertentu.
Baca Juga: Kudus di Ujung Tanduk: Menteri LHK Ancam Sanksi Berat Imbas TPA Berbahaya di Atas Tebing
Sawah Sudah Ditanggul, Air Harus Dikendalikan
Warganet lain menyoroti bahwa area sawah yang dikuras airnya sebenarnya telah dibuatkan tanggul darurat. Tanggul tersebut tampak dari tumpukan karung berisi tanah yang disusun di sekeliling sawah.
“Itu di sisi luar sawah sudah ditanggul. Coba lihat tumpukan karung itu diisi tanah untuk dijadikan sebagai tanggul penahan. Usaha petani ini harus diapresiasi, berkat mereka kita pun bisa makan nasi,” tulis komentar lain.
Tanggul darurat ini berfungsi untuk mencegah air banjir dari luar masuk kembali ke area persawahan. Setelah area relatif tertutup, air di dalam sawah harus segera dikendalikan agar tidak merusak tanaman padi yang sedang tumbuh.
Menyelamatkan Padi yang Masih Hijau
Komentar bernada lebih emosional juga bermunculan, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan petani dalam mempertahankan sumber penghidupan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang