SuaraJawaTengah.id - Kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Solo melonjak selama dua pekan terakhir. Total kasus pasien positif Covid-19 di Kota Bengawan per Kamis (10/9/2020) mencapai 129 orang.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menyebut pihaknya tengah memikirkan opsi pembatasan kegiatan. Ia berharap Peraturan Walikota (Perwali) No.24/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 bisa menekan pelanggaran dan persebaran virus SARS CoV-2.
“Tapi, harus dilihat fatality rate-nya di Solo ini tidak terlalu tinggi. Mereka yang meninggal, jamaknya memiliki komorbid [penyakit penyerta]. Sedangkan yang tanpa gejala, mayoritas sembuh dengan sendirinya dan cepat," kata Ahyani dilansir dari Solopos.com.
"Dilihat kasus aktifnya, jumlah yang dirawat inap dibanding yang isolasi mandiri, lebih tinggi yang isolasi mandiri. Saat ini Solo masuk zona oranye, kalau kembali ke zona merah mungkin kami perketat lagi, kembali ke ke kebijakan awal usai penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) 13 Maret 2020 dulu,” tandas Ahyani.
Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Kota Solo kembali melonjak beberapa waktu terakhir. Pada Kamis (10/9/202) ini, ada tambahan 18 kasus. Sehingga total kasus kumulatif Covid-19 di Kota Bengawan mencapai 517 orang.
Perinciannya, 366 sembuh/pulang, 97 isolasi mandiri, 32 rawat inap, dan 22 meninggal dunia. Sehingga, jumlah kasus aktif tersisa 129 orang. Sedangkan catatan kumulatif pasien suspek menyentuh 1.126 orang, dengan rincian 1.056 discard, 16 dirawat inap (suspek aktif), 1 isolasi mandiri, dan 53 suspek meninggal dunia.
Terkait 18 pasien positif Covid-19 baru itu, sebanyak 12 orang di antaranya berasal dari klaster keluarga di Nusukan. Mereka merupakan kontak erat dari kasus ke-397, pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi pada 1 September.
Selain tambahan dari Klaster Keluarga Nusukan, terdapat tambahan 6 orang lagi yang juga berasal dari tracing kasus-kasus sebelumnya.
Perincian dari domisilinya, adalah masing-masing 2 orang dari Kelurahan Nusukan (kasus berbeda dari Klaster Keluarga Nusukan) dan Kelurahan Purwosari. Lalu, masing-masing seorang dari Kelurahan Bumi dan Jagalan.
Baca Juga: Lima Hari Berjuang Melawan Covid-19, Yopie Latul Meninggal Dunia
Tag
Berita Terkait
-
Beberkan Bahaya Covid-19 tapi Trump Tetap Meremehkan
-
Tarik Rem Darurat dengan PSBB Pekan Depan, Simak Penelitian Sturgis Rally
-
Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis Positif COVID-19
-
Dongkrak Penjualan Kendaraan Masa COVID-19, Negara Ini Bagikan Kupon
-
Kasus Covid-19 Tinggi, Ferdinand Usul Tunda Pilkada hingga Rakyat Divaksin
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman