SuaraJawaTengah.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan untuk Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 ini terdapat 25 kabupaten/kota yang memiliki calon tunggal. Provinsi Jawa Tengah terdapat enam daerah dengan calon tunggal.
Daerah yang hanya memiliki enam calon tunggal yakni Boyolali, Grobogan, Kebumen, Kota Semarang, Sragen dan Wonosobo.
Pengamat Politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Agus Riwanto menyatakan, lawan kotak kosong bukan hal yang mudah bagi peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), salah satunya dari sisi undang-undang
"Memang pemilu dengan tanpa lawan tanding atau calon tunggal itu lebih berat untuk menang, karena secara undang-undang calon tersebut paling tidak harus menang dengan angka 50 persen plus satu dihitung berdasarkan jumlah surat suara yang sah," katanya di Solo, Kamis (17/9/2020).
Ia mengatakan hal tersebut bisa membahayakan bagi peserta, mengingat yang dihadapi bukan organisasi dalam hal ini partai politik, maupun perseorangan tetapi kelompok masyarakat yang merasa tidak memiliki pilihan lain.
"Apalagi dari aspek rakyat, yang kampanye memilih kotak kosong itu kan tidak ada sanksi-nya. Mereka bukan organisasi jadi tidak bisa diberi sanksi. Artinya dari aspek calon kan punya lawan yang berbahaya yaitu lawan politik yang tidak jelas lawan politiknya ini siapa," ujar-nya.
Ia mengatakan salah satu kasus peserta pilkada kalah dari kotak kosong adalah saat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar. Ia mengatakan pasangan tunggal dalam pilkada tersebut hanya memperoleh angka 36 persen.
"Dalam hal ini kotak kosong menang karena lawan politik yang kecewa tidak dapat tiket. Mereka memainkan pemilih dalam kampanye agar masyarakat memilih kotak kosong. Di sisi lain ini tidak bisa ditindak karena bukan merupakan organisasi yang terdaftar di KPU, dan tidak ada larangannya pihak tertentu melakukan sosialiasi atau mengajak orang memilih kotak kosong. Itu yang terjadi di Kota Makassar," ucap dia.
Sementara itu, menurut dia, dalam kontestasi pilkada merupakan hal yang tidak sehat apabila satu pasangan calon melawan kotak kosong.
Baca Juga: Tak Dapat Rekom dari PAN di Pilkada Kukar, AYL: Tidak Ada yang Gratis
"Yang namanya kontestasi, masa tidak ada lawannya. Dalam hal ini kotak kosong ini mengakomodasi masyarakat yang tidak memilih calon yang ada. Kalau sehat-nya memang pemilu harus ada lawan, ada dua model yaitu perorangan dan partai politik. Seperti di Boyolali itu kan partai politik tidak ada karena sudah diborong semua, perorangan tidak ada, bisa jadi tidak lolos," katanya.
Ia mengatakan partai politik yang tidak memiliki calon sendiri sehingga lebih memilih untuk berkoalisi dengan partai penguasa merupakan langkah pragmatis.
"Dia sudah kalah sebelum bertanding, lebih memilih untuk berkoalisi dengan calon yang kuat. Partai politik ini justru tidak menggunakan haknya mencari kader terbaiknya sebagai calon. Bisa jadi juga dari sisi kaderisasi partai lemah," tukas dia.
Antara
Berita Terkait
-
Beri Like ke Paslon Pilkada Medan di Medsos, ASN Bakal Disanksi
-
Tiga Petahana Lalai Protokol Kesehatan, Pokja 30 : Harus Kena Sanksi
-
Sengketa Dukungan PAN Kukar, Muhib : SK Dukungan AYL Sudah Dicabut
-
KPU Izinkan Kampanye Konser Musik di Musim Pandemi, Ini Alasannya
-
Banyak Calon Tunggal di Pilkada 2020, Mardani: Tanda Sakitnya Demokrasi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026