- TPPD Jateng melaporkan tujuh dari delapan indikator RPJMD tercapai dalam setahun kepemimpinan Luthfi-Yasin.
- Pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37% melampaui nasional; inflasi stabil 2,72% dan pengangguran 4,66%.
- Kritik kinerja harus berbasis data kuat; kemantapan jalan provinsi 89,94% sesuai pembagian kewenangan.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di bawah kepemimpinan Guburnur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin memasuki babak baru. Ternyata dalam setahun, ada beberapa indikator yang menunjukkan tren positif.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Dr. Zulkifli Gayo, memaparkan laporan capaian satu tahun kepemimpinan Luthfi-Yasin.
Zulkifli memberikan pesan khusus kepada mahasiswa dan aktivis BEM agar tetap kritis namun berbasis pada kajian data yang kuat. Namun tidak kemudian terprovokasi oleh ajakan negatif seperti boikot pajak kendaraan yang muncul tanpa dasar informasi yang benar.
"Mengukur kinerja kepemimpinan tidak bisa berdasarkan isu medsos. Kalau mengkritisi harus berbasis data dan kajian," ungkap dia dalam diskusi publik bertajuk Ngabuburit Hukum dan Ekonomi : Anak Muda Waspadai Money Laundry, di Hall Hotel Taman Sari Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/2/2026).
"Dari 8 indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), 7 di antaranya tercapai (kepemimpinan Luthfi-Gus Yasin) dan masuk dalam target," jelasnya.
Dalam acara yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Karanganyar, Bank Jateng dan Solusi Indonesia itu, Zulkifli menekankan bahwa keberhasilan kepemimpinan harus diukur melalui indikator data statistik objektif, bukan berdasarkan opini atau isu yang berkembang di media sosial.
Ia menanggapi narasi negatif di media sosial yang mempertanyakan eksistensi dan kinerja pemerintah provinsi selama setahun terakhir.
Capaian Ekonomi di Atas Nasional
Zulkifli mengungkapkan bahwa secara makro, kondisi ekonomi Jawa Tengah menunjukkan tren yang sangat positif. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Jateng kini berada di angka 5,37 persen. Di mana angka itu yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Jateng Mulai Panen Raya Padi, Diperkirakan Bisa Panen 3,35 Juta Ton Selama 3 Bulan
"Kita sekarang nomor dua terbesar di Pulau Jawa untuk pertumbuhan ekonomi, jauh lebih clear dibanding tetangga sebelah. Inflasi kita juga sangat stabil di bawah 3 persen, tepatnya di angka 2,72 persen," ujar Zulkifli Gayo saat memaparkan data BPS.
Selain itu, ia membeberkan penurunan tingkat pengangguran terbuka yang kini berada di posisi 4,66 persen. Angka ini diklaim lebih baik jika disandingkan dengan provinsi besar lainnya seperti Jawa Barat, Banten, bahkan DKI Jakarta.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai infrastruktur jalan yang kerap viral apalagi menjelang Lebaran 2026, Zulkifli meminta publik untuk memahami pembagian kewenangan antara pusat, provinsi, dan kabupaten.
Berdasarkan data Kementerian PU, tingkat kemantapan jalan provinsi di Jateng mencapai 89,94 persen.
"Seringkali jalan nasional yang rusak, seperti di Pantura, atau jalan kabupaten yang rusak, semuanya seolah menjadi beban Gubernur. Padahal di UU 23 sudah jelas pembagian kewenangannya. Data menunjukkan kemantapan jalan provinsi kita masih lebih tinggi dibanding Jawa Barat dan Jawa Timur," tegasnya.
Terkait penurunan PAD pada tahun 2025, ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan implikasi dari implementasi UU HKPD yang merubah struktur bagi hasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya