SuaraJawaTengah.id - Setelah dilakukan swab massal dari klaster Pondok Pesantren (Ponpes) di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara. ratusan santri dinyatakan terpapar Covid-19.
Kasus tersebut berawal dari satu santri dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, 127 santri dari dua pondok pesantren dinyatakan terpapar Covid-19. Informasi tersebut beredar melalui pesan berantai jaringan grup Whatsapp.
Ketika dikonfirmasi, Bupati Banyumas, Achmad Husein tak mengelak. Melalui pesan video dia mengumumkan kasus tambahan jumlah santri yang positif Covid-19.
"Khusus untuk pondok pesantren Al Hidayah, kami informasikan dari total jumlah santri yang lebih dari 500, kira-kira sekitar 590 orang. Yang telah di swab itu 292. Hasil yang sudah keluar 203 orang. Lalu yang dinyatakan positif 126 orang," kata Husein, Kamis (24/9/2020) sore.
Dari total 126, santri yang berasal dari Kabupaten Banyumas sebanyak 44 Santri. Dan dari luar Kabupaten Banyumas ada 82 santri. Santri yang dinyatakan positif saat ini telah menjalani isolasi khusus.
"Sehingga ini terisolasi betul. Tidak tercampur yang ada di pondok. Kemudian yang negatif kami sarankan untuk bisa pulang ke daerah asal. Sedangkan yang belum di swab kami selesaikan hari ini," jelasnya.
Tindak lanjut dari munculnya Klaster Pondok Pesantren, Bupati Banyumas melakukan koordinasi dengan pada tokoh agama islam pada hari ini.
"Mereka meminta saya untuk membuat surat kepada pondok pesantren di Kabupaten Banyumas, supaya bisa belajar dari kasus yang terjadi ini. Serta bisa berbenah dan melindungi diri sehingga tidak terjadi kasus yang sama," ujarnya.
Sebelumnya, terdapat klaster perkantoran, kemudian klaster keluarga, serta klaster dinas pemerintahan, kini Kabupaten Banyumas mendapati klaster baru dari pondok pesantren.
Baca Juga: Pemerintah Belum Bisa Pastikan Standarisasi Harga Tes Swab Covid-19
Tidak hanya satu pondok, bahkan dalam sehari diketahui ada dua pondok pesantren yang penghuninya positif Covid-19.
Bupati Banyumas, Achmad Husein menjelaskan munculnya klaster tersebut setelah adanya penghuni yang bergejala mirip dengan Covid-19. Setelah di swab ternyata hasilnya positif.
"Pesantren yang ada di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, ada satu yang sudah positif dari hasil swab. Namun ada dua kontak erat temannya, dengan gejala mirip betul (Covid-19) menunggu hasil swab," jelasnya.
Selain itu terdapat 30 santri, yang saat ini mengakui bergejala kehilangan indra penciuman. Menurut Husein gejala tersebut 70 persen merupakan khas Covid-19.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
-
Tempatnya Bakal Jadi Isolasi Pasien Covid-19, Pegawai Hotel Serba Salah
-
Tak Siap Tampilkan Data Real Time Corona, Pemerintah: Kita Negara Kepulauan
-
Ini Jumlah Tempat Tidur Hotel untuk Isolasi Pasien Corona di 7 Provinsi
-
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 Menggunakan Bus Sekolah
-
Indonesia Dihantui Resesi Ekonomi, Apa Dampaknya Jika Terjadi?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun