SuaraJawaTengah.id - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (1/10/2020) diperkirakan terkoreksi seiring rilis data inflasi September 2020.
IHSG dibuka menguat 29,61 poin atau 0,61 persen ke posisi 4.899,64. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,01 poin atau 1,09 persen ke di posisi 745,17.
"Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan cenderung melemah dalam rentang support-ressistance 4.800-4.970 pada hari ini ," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam laporan di Jakarta, Kamis.
Dari eksternal, stimulus fiskal AS yang belum mencapai konsensus diperkirakan akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada hari ini.
Dari dalam negeri, rilis data Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia periode September yang kembali menunjukan kontraksi diperkirakan juga menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Seiring sentimen di atas, pelaku pasar juga masih akan menantikan rilis data Inflasi Indonesia yang akan rilis pada siang ini oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Konsensus memperkirakan tingkat inflasi Indonesia periode September masih akan berada pada kisaran 1,42 persen (yoy).
Seiring sentimen di atas, pelaku pasar disarankan sebaiknya tidak tergesa-gesa dalam melakukan akumulasi beli. Investor bisa mencermati peluang beli atas saham-saham perbankan seperti BBRI, BBNI, BMRI dan BBCA.
Selain saham-saham perbankan, pelaku pasar juga dapat mencermati saham-saham yang bergerak di sektor infrastruktur seperti TLKM dan PGAS.
Baca Juga: IHSG Awal Pekan Ini Menguat ke Level 4.962
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 52,74 poin atau 0,22 persen ke 23.486,36, indeks Hang Seng naik 214,43 poin atau 0,92 persen ke 23.489,96, dan indeks Straits Times menguat 9,92 atau 0,4 ke 2.481,53.
Antara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak
-
IJD Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Tengah
-
Masih Ada 7 Daerah Belum UHC, Pemprov Jateng Dorong BPJS Jadi Prioritas Daerah
-
Duh! 100 Dapur MBG Fiktif Ditemukan di Cilacap, Ada yang Berlokasi di Tengah Hutan hingga Makam
-
Jalan Pantura Barat Rusak, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan