SuaraJawaTengah.id - Buruh Jawa Tengah menilai, nasib ribuan buruh Jateng yang terdampak PHK secara sepihak dan Omnibus Law yang tidak pro pada buruh menjadi refleksi Hari Kesaktian Pancasila.
Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng, Aulia Hakim mengatakan, sebanyak 13 ribu buruh di Kota Semarang telah terdampak PHK secara sepihak. Tak hanya itu, sebanyak 45 ribu buruh juga dirumahkan secara sepihak.
"Saat ini masih jauh implementasi pancasila pada nasib buruh," jelasnya kepada Suara.com, Kamis (1/10/2020).
Menurutnya, nasib buruh saat pandai Covid-19 banyak yang menderita. Ditambah, soal Ombibus Law yang menurutnya tidak pancasilais. Ia beranggapan, Ombibus Law hanya menguntungkan perusahaan saja, namun menindas nasib buruh.
"Ombibus Law itu tidak pancasilais, bahkan anti pancasilais. Itu bisa menjadi refleksi kita bersama," ujarnya.
Ia menambahkan, Omnibus Law jauh dengan pancasila. Menurutnya, Omnibus Law hanya mementingkan investasi, namun tidak mimirkan nasib buruh. Seharusnya, Omnibus Law bisa mensejahterakan buruh jika pancasilais.
"Yang diatur dalam Omnibus Law yang sekarang itu, investasi yang tidak menguntungkan buruh. Investasi buta namanya," lanjut Aulia.
Untuk itu, lanjutnya, untuk memperingati Hari Kesakitan Pancasila sekaligus aksi protes untuk Omnibus Law yang masih di bahas di DPR RI, piahknya akan melakukan aksi mogok kerja secara nasional mulai 6 - 8 Oktober 2020.
"Seharusnya pemerintah mendengar suara kami, kita akan lakukan mogok secara nasional," tandanya.
Baca Juga: Mogok Kerja Bukan Karena Gagalnya Perundingan Dinilai Tidak Sah
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Data Kematian Covid-19, Moeldoko dan Ganjar: Rumah Sakit Tak Boleh Nakal
-
Mengunjungi Monumen Pancasila Sakti di Hari Kesaktian Pancasila
-
Klaster Ponpes di Banyumas Terus Bertambah, 328 Santri Positif Covid-19
-
Fakta Mobil Legendaris Jenderal Ahmad Yani, Serba Istimewa!
-
Viral Emak-emak Ngegas Ajari Pancasila ke Anak, Netizen: Duh Sakit Perut
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin