Ilustrasi kepala botak. (Shutterstock)
Perokok dan peminum alkohol yang ingin melakukan terapi ini sebaiknya berhenti setidaknya dua pekan sebelum perawatan bila ingin hasil yang maksimal.
Jika ingin melakukan terapi PRP di tengah pandemi COVID-19, pastikan tempat yang dituju sudah menerapkan protokol kesehatan dan para petugasnya juga menggunakan pelindung untuk mencegah risiko terinfeksi virus.
Berita Terkait
-
Tak Perlu Obat Khusus, Pijatan Kepala Bisa Bantu Atasi Rambut Rontok
-
Botak dan Tanpa Brewok, Penampilan Conor McGregor Bikin Pangling!
-
Helm Ajaib Bikinan LG, Bisa Atasi Kerontokan Rambut
-
LG Rilis Helm Ajaib untuk Menumbuhkan Rambut, Bisa Atasi Kebotakan
-
Gegara Terlalu Rajin Olahraga, Pemuda 24 Tahun Alami Kebotakan
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight