SuaraJawaTengah.id - Laki-laki tersebut tak dapat bicara saat melihat Siti Himatul, 20, warga Sumbersari Ngampel Kendal yang diduga kekasihnya tewas setelah mengalami kecelakaan di jalur pantura, tepatnya di seberang Kantor Kecamatan Tugu Semarang.
Saksi mata di lokasi kejadian, Hamdi mengatakan, korban mengendarai motor seorang diri namun ada satu teman cowoknya yang diduga merupakan pacar mengikutinya dari belakang.
Saat itu, Hamid bertanya kepada laki-laki tersebut. Namun dia hanya diam dan nangis. Ia menduga saat itu laki-laki tersebut sedang syok melihat kekasihnya itu meninggal di lokasi.
"Saat ini laki-laki itu ikut mobil ambulan yang membawa korban untuk dibawa ke RS Kariadi Semarang. Tadi saya sempat tanya mau kemana namun dia tak menjawab," jelasnya, Jumat (16/10/2020).
Saksi lain, Aldo menjelaskan, saat itu korban menggunakan motor Beat Warna pink bernopol H 3556 CU melaju dari arah timur ke arah barat. Namun, tiba-tiba ada truk membelok dari arah berlawanan di U-turn depan kantor Kecamatan Tugu.
"Saat truk putar balik secara bersamaan korban juga melintas diduga korban menyenggol bagian belakang truk lalu terjatuh. Padahal U-turn tersebut sudah ada papan larangan untuk putar arah, " bebernya.
Ia melanjutkan, sewaktu truk terjatuh tersebut tubuh korban tersambar truk yang melintas di belakanganya. Jadi ada tiga kendaraan yang terlibat, dua truk dan satu motor milik korban. Dari pengamatannya, korban mengalami luka di bagian kepala.
"Dua truk langsung kabur, kami warga juga tidak tahu itu truk tersebut," ungkapnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Baca Juga: Kisah Kasih Prajurit TNI Homo Praka P, ML di Asrama Hingga LDR ke Lebanon
Berita Terkait
-
Ini Misi Supardjo, Maju Pilkada Solo dari Jalur Independen
-
Sama-sama Bernama Sugiyanto, Ini Kisah Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Solo
-
Cewek ABG Bonceng 3 Ngebut di Jalanan, Tewas Usai Tabrak Truk di Lebak
-
4 Fakta Cinta Terlarang Prajurit TNI Homoseksual Praka P dan Pratu M
-
Hore! Pemkot Semarang Izinkan Bioskop Dibuka
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia
-
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
-
Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut