SuaraJawaTengah.id - Grup musik Diskoria merilis lagu baru berjudul "Pelangi Cinta" yang pernah dinyanyikan oleh Hetty Koes Endang pada era 1980an silam.
Diskoria tak sendiri, mereka juga mengajak Afifah Yusuf yang tak lain adalah putri dari Hetty Koes Endang berkolaborasi di lagu tersebut.
"'Pelangi Cinta' memiliki emotional touch untuk saya karena pernah dinyanyikan oleh sosok yang sangat inspiratif dalam hidup saya, secara melodi dan keseluruhan konsep lagu ini sangat sesuai sebagai lagu perkenalan dari projek kolaborasi bersama Diskoria," kata Afifah Yusuf dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2020).
Kolaborasi ini bisa terjadi berawal dari sebuah unggahan Diskoria di Instagram Story yang memutarkan piringan hitam lagu dari Hediek’s Group, sebuah grup vokal pop lawas yang salah satu anggotanya adalah Hetty Koes Endang.
Hal itulah yang menjadi pemantik pembicaraan tentang musik lebih jauh antara Diskoria dengan Afifah, karena tidak banyak orang yang mengetahui album tersebut.
Lagu “Pelangi Cinta” akhirnya dirasa menjadi lagu yang tepat untuk dibawakan ulang oleh Diskoria dan Afifah Yusuf. “Pelangi Cinta” sendiri diciptakan oleh A. Riyanto dan dipopulerkan pertama kali oleh Jamal Mirdad pada tahun 1981.
Proses Produksi lagu ini dilakukan oleh Diskoria dibantu oleh Imam Buana Luthfi dan Pandji Dharma, dua musisi yang pernah tergabung dalam grup elektronik, Animalism.
“Selama proses penggarapan, semua berjalan cukup natural. Sebuah kejutan yang menyenangkan adalah ketika take vocal lagu ini dihadiri oleh penyanyi aslinya langsung, Hetty Koes Endang, dan bisa dibilang tidak ada tekanan untuk perbedaan interpretasi akan lagu ini," ujar Diskoria.
Diskoria dan Afifah Yusuf juga telah merilis video musik lagu kolaborasi ini yang penggarapannya dipercayakan kepada Fariz RM sebagai sutradara.
Baca Juga: Jelang Menikah, Jamal Mirdad Isyaratkan Naysila Mirdad Jadi Mualaf
Keduanya pun berharap karya kolaborasi terbaru ini bisa menjadi perbendaharaan musik pop disko yang segar di industri musik Indonesia. “Pelangi Cinta” juga bisa menjadi bukti tongkat estafet musik pop terdahulu, yang masih dapat dinikmati anak muda masa kini. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan