- DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah provinsi mengelola perizinan pertambangan secara transparan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan pembangunan.
- Pemerintah Jawa Tengah menerbitkan Perda Nomor 11 Tahun 2024 guna memastikan pengelolaan pertambangan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan.
- Sistem perizinan elektronik didukung untuk mempermudah investasi sekaligus menjadi instrumen pengawasan efektif terhadap seluruh aktivitas pertambangan daerah.
SuaraJawaTengah.id - Pemerintah provinsi Jawa Tengah diminta terus berkomitmen dalam mewujudkan tata kelola perizinan pertambangan yang transparan dan akuntabel.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, apabila seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan, sektor ini dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Jangan sampai ada penyimpangan. Karena akan bisa menimbulkan kerugian daerah, terutama dari sisi penerimaan pajak dan pendapatan asli daerah,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Kakung, sapaan akrab Sarif, juga telah ada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2024 tentang tentang Pelaksanaan Kewenangan Urusan Pemerintahan Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2022.
“Dalam Perda itu, ada pengendalian produksi mineral bukan logam. Antara lain, memenuhi ketentuan aspek lingkungan. Memenuhi aspek konservasi sumber daya dan cadangan, serta memenuhi ketahananan cadangan,” terangnya.
Pembentukan Perda ini, jelas Kakung, bertujuan untuk menjamin efektivitas pelaksanaan dan pengendalian kegiatan usaha pertambangan secara berdaya guna, berhasil guna, dan berdaya saing.
“Namun juga menjamin manfaat pertambangan mineral dan batubara
secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Selain itu, kata Kakung, mendukung dan menumbuhkembangkan kemampuan daerah agar lebih mampu bersaing di tingkat nasional, regional, dan internasional. Juga meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara.
Baca Juga: Tak Cukup Hanya Kuratif, Sarif Abdillah Ungkap Kunci Sehat Masyarakat Jateng: Fokus ke Preventif!
“Serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat, sekaligus menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara,” bebernya.
Menurut Kakung, dengan dukungan regulasi yang kuat, sistem pelayanan yang transparan, serta pengawasan yang berkelanjutan diharapkan tercipta pengelolaan perizinan pertambangan yang bersih, profesional, dan berintegritas.
“Satu sisi, juga harus ada langkah tegas terhadap tambang ilegal yang beroperasi,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung pun mendukung upaya Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang ingin berbagai izin hingga penerbitan rekomendasi pertambangan dilakukan melalui sistem elektronik, sehingga dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.
“Ini juga memberikan kemudahan kepada pelaku usaha yang ingin berinvestasi di sektor pertambangan, sekaligus sebagai instrumen pengawasan yang efektif, karena seluruh proses dapat dilacak secara terbuka,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting