Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Minggu, 18 Oktober 2020 | 12:14 WIB
Begini wajah napi Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang. [Ist]

SuaraJawaTengah.id - Beginilah akhir pelarian narapidana hukuman mati kasus narkoba Cai Changpan setelah kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang beberapa waktu lalu.

Ia ditemukan tewas gantung diri di hutan wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di sebuah gudang pembakaran ban yang berbatasan dengan Provinsi Banten, Sabtu (17/10/2020).

Sekretaris Desa Koleang, Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya sebelumnya hanya mengetahui bahwa ada warga yang gantung diri pada pukul 16.00 WIB.

"Saya pertama dikasih info dari kaur pemerintahan Desa Koleang, katanya ada warga yang gantung diri di pabrik pembakaran ban di Kampung Cikidung RT02/09," katanya seperti dikutip SuaraJateng dari SuaraJabar, Minggu (18/10/2020).

Baca Juga: Kabur dari Lapas, Napi Asal Cina Cai Changpan Gantung Diri di Bogor

Setelah itu, dirinya diberi tahu oleh Babinkamtibmas Desa Koleang, bahwa ada orang yang gantung diri di pabrik pembakaran ban.

"Terus saya pas lihat hp ada panggilan dari Babinkamtibmas Desa Koleang, katanya ada yang gantung diri, terus kita lihat janjian dulu di kantor desa," ucapnya.

Setelah itu, ia bersama Babinkamtibmas Desa Koleang menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 16.30 WIB, saat dilokasi sudah banyak ambulan dan mobil dari pihak kepolisian memenuhi lokasi.

"Udah itu jam 4.30 sore kita ke TKP, masih di jalan raya udah penuh mobil dan ambulan kita juga gak bisa masuk. Makanya kita masuk menuju ke ambulan, dan pas ditanya katanya udah ada pimpinan kepolisian dari Tangerang, bawa orangnya sudah dibawa ke ambulan, dan sudah di bungus jam 5 sore tadi," jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk menuju ke lokasi dimana napi itu ditemukan, dari Jalan Raya Koleang perbatasan Lebak Banten kurang lebih dua kilometer.

Baca Juga: Ada 3 Warga Dibawa Polisi saat Cai Changpan Ditemukan Gantung Diri

"Ke lokasi pembakaran ban itu dari jalan raya ada dua kilometer, jalannya juga gak bisa dilalui motor biasa, harus motor trail dan mobil tinggi, baru bisa ke lokasi, soalnya jalannya masih tanah," jelasnya lagi.

Load More