SuaraJawaTengah.id - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah menilai kebijakan Pemerintah Kota Semarang membuat kluster Covid-19 yang berasa dari demonstrasi penolakan Omnibus Law di depan Gedung DPRD Jateng janggal.
Sekjen KSPI Jateng, Aulia Hakim mengatakan, pemberitaan dengan sumber Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang yang menyebut 11 buruh yang di-rapid test dan kemudian selang beberapa hari dinyatakan positif Covid-19 terasa janggal.
"Pertanyaan besar yang muncul, mengapa bukan klaster perusahaan," tanya Aulia, Senin (19/10/2020).
Menurutnya, aksi demonstrasi menolak Omnibus Law sudah dilakukan berminggu-minggu sebelumnya. Ia merasa heran, karena rapid test baru dilakuka pada Kamis (15/10/2020).
"Kenapa hampir satu minggu baru dilakukan rapd test. Saya heran," keluhhnya.
Ia meminta pemerintah untuk tidak memilih-milih waktu dalam melakukan test Covid-19 agar tidak menimbulkan kesan bahwa klaster Covid-19 diarahkan untuk membungkam kebebasan berpendapat.
"Kepada buruh dan elemen-elemen masyarakat diharapkan untuk tidak terpengaruh dengan penggiringan pemberitaan seolah kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sebagai pengganggu, perusak dan penyebab penyebaran klaster baru," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam menyebutkan, sebanyak 11 massa aksi demonstrasi menolak Omnibus Law di depan Gedung DPRD Jawa Tengah telah dinyatakan positif Covid-19.
"Sekarang ada kluster baru yang berasal dari massa aksi demonstrasi yang menolak Omnibus Law kemarin di depan Gedung DPRD Jateng," jelasnya.
Meski waktu demonstrasi buruh di depan Gedung DPRD Jateng sudah berlalu hampir sepekan, ia tak menyangkal jika 11 massa aksi demonstrasi tersebut dinyatakan posisitif Covid-19 baru kemarin, tepatnya pada Jumat (16/10/2020).
Baca Juga: Mahfud Sibuk Rapat Omnibus Law, Penyerahan Laporan TGPF Ditunda Rabu Besok
"Untuk rapid test dilakukan pada Kamis kemarin dan hari Jumat hasilnya 11 pasien tersebut positif Covidd-19,"ujarnya.
Ia berterimakasih kepada dua perusahaan tersebut karena tellah aktif mengadakan rapid test setelah mengetahui banyak buruh yang ikut demonstrasi.
"Yang memfasilitasi rapid test malah dari perusahaan," katanya.
Sampai saat ini, kondisi 11 buruh yang berasal dari kluster demonstrasi dalam kondisi baik. Menurut Hakam, mereka masuk dalam kategori tanpa gejala.
"Mereka dalam kondisi baik tanpa gejala. Saat ini mereka dirawat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang," imbuhnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Tak Hanya di Blora, Petani di Sragen Juga Meninggal Karena Jebakan Tikus
-
131 Orang Jadi Tersangka Demo Ricuh di Jakarta, 69 Sudah Ditahan
-
Mahfud MD Ungkap Ada yang Mendanai Kerusuhan Aksi Menolak UU Cipta Kerja
-
Ketemu Mahfud MD Buruh Surabaya Malah Kecewa, Besok 4 Hari Demo Terus
-
Jokowi Khawatir Berita Vaksin Corona Diplintir: Jangan Kayak UU Cipta Kerja
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal