SuaraJawaTengah.id - Sadar akan kebutuhan pangan yang semakin sulit selama pandemi Covid-19, kumpulan pemuda Kota Semarang yang tergabung dalam Serikat Tani Kota Semarang (STKS) memanfaatkan lahan semak belukar untuk bercocok tanam
Ketika panen, hasil dari tanaman tersebut dibagikan kepada warga sekitar secara cuma-cuma. Saat ini, lahan pertanian tersebut selain sebagai tempat bercocok tanam juga digunakan untuk bermain anak-anak.
Pegiat STKS, Cornel Gea mengatakan, gerakan ini lahir lantaran kekhawatiran mereka terhadap krisis pangan selama pandemi Covid-19 di Kota Semarang.
"Pemerintah lamban dalam mengantisipasi kemungkinan krisis pangan imbas dari wabah virus Corona. Mencoba membantu warga sekitar dengan bercocok tanam," jelasnya di RT 8 RW 28, Perumahan Bukit Mutiara Jaya, Meteseh, Tembalang, Senin (19/10/2020).
Melalui lahan mangkrak tersebut mereka menanam berbagai macam sayuran seperti sawi, kacang panjang, terong, cabai dan tomat. Sedangkan umbi-umbian ditanam di tempat yang lain.
"Umbi-umbian kami proyeksikan sebagai pengganti beras seperti ketela rambat dan singkong," ucapnya.
Cornel berharap hasil panen dari lahan yang mereka garap bisa membantu dapur umum yang berguna bagi masyarakat sekitar. Selain itu, dengan cara bercocok tanam ia ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan.
"Di Kota Semarang itu banyak lahan yang tak terpakai, itu bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam," ucapnya.
STKS telah mengelola 3 lahan di Gunungpati dan 2 lahan di Tembalang. Meski begitu, ia belum kepikiran akan menjual hasil tanaman tersebut. Jika ia hitung, keseluruhan lahan yang digarap STKS seluas 375 meter persegi.
Baca Juga: Tolak Demo Anarkis, Pelajar SMK Semarang Gelar Aksi Damai
"Belum kepikiran mau menjual, yang penting bisa membantu warga sekitar saat pandemi Covid-19. Kemandirian pangan itu sangat penting," ujarnya.
Sampai saat ini, STKS mempunyai 10 relawan yang berlatar belakang multidisiplin seperti peneliti, mahasiswa, pengacara, dan ibu rumah tangga.
"Sumber bibit, peralatan, pupuk dan lainnya dilakukan secara mandiri. Setelah panen kita akan berikan kepada orang yang membutuhkan," ucapnya.
Ketua RT 8 RW 28 Perumahan Bukit Mutiara Jaya III, Meteseh, Tembalang, Widodo mengaku senang dengan kegiatan positif yang dijalankan STKS. Menurutnya, apa ang dilakukan STKS bermanfaat buat warga sekitar.
"Awalnya saya tegur saat mereka sedang mengelola lahan kecil di salah satu sudut perumahan," Katanya.
Namun kini Widodo menawarkan lahan yang lebih luas untuk mereka kelola. Tak hanya itu, warga RT juga mendukung kegiatan mereka dengan memfasilitasi kebutuhan air dan listrik, serta bantuan berupa uang tunai dari Kecamatan Tembalang.
"Kegiatan positif ini membuat warga turut merasa senang, selain mendapatkan hasil yang dibagikan cuma-cuma, warga juga merasa senang karena lahan yang sebelumnya semak belukar dan berbahaya untuk anak-anak kini malah bisa untuk tempat bermain," Pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kasus Konser Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Tegal Segera Disidang
-
Lindungi Komorbid dari Covid-19, Bupati Banyumas Gunakan Minyak Kayu Putih
-
Siswa SMK di Semarang Gelar Aksi Damai, Menolak Provokasi Anarkis
-
Sempat Viral Video Hendi Bernyanyi Tanpa Masker, Ini Respon Gubernur Ganjar
-
Viral, Sekelompok Pemuda Goyang TikTok di Alun-alun Kidul Banjir Pujian
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah