SuaraJawaTengah.id - Ustaz Abdul Somad atau UAS mengaku tak berani melakukan tindakan memboikot produk asal Prancis. Padahal, seruan boikot produk Prancis menyebar di mana-mana, terutama negara berpenduduk mayoritas Islam seperti Indonesia.
Lantas, ada apa dengan Ustaz Abdul Somad?
Dilansir dari Hops.id, dalam salah satu ceramahnya yang dimuat di saluran Youtube ASWAJA TV, ada seorang jamaah yang bertanya, bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina nabi?
UAS yang membaca pertanyaan tersebut langsung meresponsnya dengan menyelipkan satu kisah unik.
“Argumen Presiden Prancis itu katanya kebebasan berekspresi. Kenapa kalian buat lukisan Nabi Muhammad? Kebebasan berekspresi. Datanglah Perdana Menteri Brazil, ditempelnya gambar istri Macron dengan monyet. Ngamuklah Macron. Kata Perdana Menteri Brazil, inilah kebebasan berekspresi,” ujar UAS, dikutip Rabu 4 November 2020.
“Jadi logika otak dia (Macron) logika orang sakit. Ketika dia mengejek nabi, dia katakan kebebasan berekspresi. Tapi giliran istrinya disandingkan dengan gambar monyet, dia ngamuk. Apa maksudnya? Berekspresi untuk nabi boleh, tapi berekspresi untuk istri dia tak boleh, ini orang otaknya sakit,” sambungnya.
UAS berpendapat, seandainya pemerintah sungguh-sungguh marah dengan pernyataan dan sikap Presiden Macron, maka sudah seharusnya negara memutus hubungan diplomatik dengan negara beribu kota Paris tersebut.
“Kalau kita punya pemimpin yang adil, yang kuat, yang gagah dan perkasa, itu ditarik hubungan diplomatik, ditutup Kedutaan Besar Prancis itu. Barulah itu hebat. Betul?” terangnya.
UAS ngaku tak berani boikot produk Prancis
Baca Juga: Kecam Emmanuel Macron, Massa GPI Beli Produk Prancis dan Dibakar
Pada kesempatan yang sama, UAS mengaku tak berani memboikot produk-produk buatan Prancis. Namun, pernyataan tersebut rupanya bukan sungguhan, melainkan sekadar kelakar atau candaan semata.
Tag
Berita Terkait
-
MUI Bojonegoro Minta Khatib Jumat Sisipkan Kecaman Kepada Presiden Prancis
-
Viral Tempat Les Prancis Jadi Sasaran Demo, Warganet: Nggak Habis Thinking
-
Selain boikot Produk Prancis, Ulama Ini Berikrar Ingin Bunuh Macron
-
Juru Kendang Ki Seno Nugroho Histeris dan 4 Berita SuaraJogja Lainnya
-
GPI Sweeping Susu hingga Kosmetik Prancis di Minimarket, Dibawa ke Markas
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Konflik LSD dengan RTRW Daerah
-
Antisipasi Server Tumbang, Pemprov Jateng Gandeng Alibaba untuk SPMB 2026
-
Kirab 1 Suro Terancam Pecah Dua, Wali Kota Solo Didesak Akhiri Dualisme Keraton
-
Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Bhimasena Power Indonesia Siapkan 30 Ribu Bibit Mangrove
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Lahan Kritis Harus Libatkan Masyarakat