"Perang itu pecah pada 14 Oktober hingga 19 Oktober 1945," ujar Sejarawan Semarang, Jongkie Tio.
Waktu itu, tersiar kabar bahwa Jepang memberi racun pada air di Reservoir itu. Hal itu dilakukan supaya membikin repot warga Semarang di wilayah bawah.
Kabar tentang tandon air itu diracun Jepang, terdengar oleh para pemuda Semarang yang tengah mengadakan rapat di rumah Sakit Purusara (sekarang RSUP dr Kariadi).
"Saat itu Kepala Laboratorium Rumah Sakit Purusara adalah Dr Kariadi. Akhirnya Dr Kariadi juga yang berangkat untuk memastikan Reservoir Siranda benar diracun atau tidak, " imbuhnya.
Namun dalam perjalanannya, Dr Kariadi tertembak oleh tentara Jepang yang telah berjaga di kawasan Jl Pandanaran. Cerita lain menyebut, dr Kariadi tewas setelah ditangkap Jepang di kawasan Reservoir Siranda.
Tewasnya dr Kariadi memicu kemarahan pemuda Semarang. Hingga akhirnya pertempuran dahsyat terjadi selama lima hari berturut-turut di sejumlah tempat tak terhindarkan.
"Beberapa kali pemuda Semarang dipukul mundur, namun akhirnya perang dimenangkan oleh pemuda Semarang," ucapnya
Peristiwa paling terkenal tersebut kini terus diperingati oleh masyarakat Semarang. Setiap tanggal 14 Oktober peringatan Pertempuran Lima Hari selalu digelar dengan drama teatrikal untuk mengenang gugurnya Dr. Kariadi serta perjuangan pemuda kala itu.
Kontributor : Dafi Yusuf
Baca Juga: Luna Maya Pamer Liburan di Jateng, Tujuannya Kota Lama Hingga Brown Canyon
Berita Terkait
-
Duh! Ada yang Meninggal Karena Covid-19, Kelurahan di Semarang Ditutup
-
Hendi Kenalkan Robot Pencuci Tangan, Suaranya Bikin Warganet Baper
-
Jalani Isolasi, Hendi Tak Bisa Ikuti Rangkaian Pilkada 2020
-
Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Positif Covid-19
-
Usai Libur Panjang, Enam Pegawai Kelurahan Manyaran Positif Covid-19
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin