SuaraJawaTengah.id - Meskipun sudah memasuki usia di atas 50 tahun atau lansia, melakukan olahraga masih tetap dianjurkan untuk menjaga fisik tetap sehat dan prima. Termasuk di tengah pandemi COVID-19, olahraga wajib dilakukan
Namun, sebelum memutuskan jenis aktivitas dan intensitasnya, ahli kardiovaskular, dr. Gusti Rizky Teguh Ryanto menyarankan para senior berkonsultasi dengan dokter dan menjalani skrining kesehatan.
"Sudah muncul faktor risiko berbagai penyakit seperti kardiovaskular. Pertama sebelum dilakukan konsultasi ke dokter, kalau bisa skrining dulu penyakit semisal jantung, gula darah, diabetes," katanya dillansir dari ANTARA, Jumat (13/11/2020).
Menurut Rizky, rekomendasi aktivitas akan tergantung pada individu masing-masing dengan durasi minimal 150 menit dalam seminggu dengan intensitas sedang atau 75 menit intensitas tinggi per minggu dan dibagi ke dalam beberapa sesi dalam seminggu untuk capai target.
Untuk pembagian aktivitas misalnya, jalan kaki selama 30 menit pada Senin, Selasa dan Jumat, lalu pada Rabu dan Sabtu bisa bersepeda atau berenang, aerobik, zumba selama 30 menit dengan dua hari untuk jeda di Kamis dan Minggu.
Hal ini sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menganjurkan para lansia melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh sebanyak 3 kali atau lebih per minggu.
Khusus untuk mereka yang ingin mencoba Zumba, bisa memilih kategori Zumba Gold, namun sebaiknya setelah berkonsultasi dengan dokter.
Selebritas sekaligus Brand Ambassador Zumba Fitness Indonesia, Denada Tambunan mengatakan, secara umum gerakan Zumba nantinya disesuaikan untuk para senior salah satunya mengurangi benturan pada lutut.
Instruktur untuk Zumba Gold sekaligus STRONG Nation, Cut Memey, menambahkan, untuk mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun namun sulit berdiri, bisa memilih Zumba Chair yang memungkinkan melakukan gerakan Zumba menggunakan kursi.
Baca Juga: Industri Kebugaran Kembali Bergerak Dibantu Startup Lokal
"Buat senior yang masih ingin aktif tapi berdiri tidak bisa ada gerakan yang menggunakan kursi. Gerakan low dulu," tutur dia.
Kemudian, kala merasa pusing atau ingin muntah di tengah sesi olahraga, sebaiknya jangan langsung duduk namun turunkan dulu denyut jantung sembari berjalan di tempat.
"Enggak apa-apa berhenti tetapi tetap bergerak. Jalan di tempat kalau ada tembok atau kursi pegangan dulu tapi tetap jalan di tempat, turunin dulu heart rate pelan-pelan, tarik napas pelas-pelan. Ini agar tidak blackout," kata Memey.
WHO mengingatkan, bahkan sekedar beranjak dari duduk lalu bergerak 3-4 menit untuk berjalan atau peregangan bisa membantu otot dan meningkatkan sirkulasi darah.
Aktivitas fisik yang teratur bermanfaat bagi tubuh dan pikiran yakni menurunkan tekanan darah tinggi, membantu mengatur berat badan dan mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, berbagai jenis kanker dan kondisi lain yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap COVID-19.
Kegiatan ini juga penting untuk meningkatkan kekuatan tulang dan otot serta meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kebugaran. Pada orang berusia lebih tua, efeknya bisa meningkatkan keseimbangan yang mencegah jatuh atau cedera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City