SuaraJawaTengah.id - Belasan tahun berlalu sejak Aris Widodo terlibat konflik Poso yang membuatnya diganjar hukuman penjara selama lima tahun untuk kasus terorisme. Warga Karanganyar tersebut mendapat pembebasan bersyarat pada 2012 lalu.
Dilansir dari Solopos.com, Aris menceritakan awal mulanya ia sampai terlibat dalam konflik Poso. Ia ketahuan mengirim surat kepada kelompok radikal di daerah itu. Isi suratnya menyoal bantuan ternak untuk kurban Idul Adha.
“Surat itu berupa kode-kode, intinya masyarakat Poso itu mau minta apa dari kami, muslim di Jawa. Ternyata mereka cuma minta bantuan hewan kurban. Surat itu dikaitkan dengan kelompok Jamaah Islamiyah [JI] sehingga saya ditangkap,” kisahnya.
Aris divonis hukuman selama lima tahun penjara, ia menjalaninya di tiga lembaga pemasyarakatan (lapas) berbeda.
Pertama, Lapas Markas Komando (Mako) Korps Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, kemudian pindah ke Lapas Kelas IIA Sragen, dan terakhir Lapas Nusakambangan sebelum bebas bersyarat pada 2012 lalu.
Sebelum ditangkap, warga Kecamatan/Kabupaten Karanganyar itu pekerjaan sehari-harinya berwirausaha rental komputer. Saat menjalani hukuman, usaha itu kolaps sehingga membuatnya harus beralih pekerjaan.
Sales Keliling
Ia sempat menjajal menjadi sales keliling, kemudian menjadi petani dan bergabung dengan kelompok tani.
“Proses reintegrasi saya tidak sulit karena saya kembali ke rumah. Saya tinggal di sini, saya kembali ke sini. Penerimaan masyarakat baik, karena sebelum saya ditangkap saya membaur dengan baik,” katanya.
Baca Juga: Kesejahteraan Petani Masih Rendah, Cukai Tembakau Diminta Tak Naik
Aris mengakui sempat ada warga sekitar tempat tinggalnya yang ketakutan bahkan sampai sakit. Warga itu ketakutan karena khawatir ikut kena tangkap lantaran pernah dekat dengan Aris.
"Tapi, ya sudah, ini bagian dari takdir saya," ujar Aris.
Aris menyebut hingga saat ini masih menggarap lahan sawah seluas 3.000 meter. Berbekal kartu tani, ia bisa membeli pupuk bersubsidi yang bisa ia aksesnya dengan mudah. Selain itu, bantuan dari BNPT ikut membuat usahanya itu berjalan lancar.
Ihwal perjalanannya hingga ditangkap, Aris mengaku tak mendapat indoktrinasi dari kelompok tertentu, melainkan hanya mengikuti kajian dan buku-buku. Ia yang tak setuju dengan bom bunuh diri tersebut hanya menjalankan keyakinannya saat itu, membantu umat muslim yang dizalimi.
Kepercayaan
Aris enggan menyebut dirinya sebagai sosok berpikiran radikal hingga ingin mencelakai orang lain. Namun, jika umat Islam dizalimi oleh siapa pun, ia hanya ingin berjihad dan membantu mereka.
Berita Terkait
-
Terima Perwakilan Petani Tembakau, Moeldoko: Kenaikan Cukai Rokok Rutin
-
Garap Lahan Eks-HGU, Petani Jampang Tengah Dianiaya hingga Sesak Nafas
-
Dari Tetesan Karet Jadi Rupiah, Cara Warga Perbatasan Hidup saat Pandemi
-
Tak Kuat Tahan Lapar, Petani Ngamuk Bunuh Ibu dan Saudaranya
-
Rencana Kenaikan Cukai Tembakau Bertentangan dengan Tujuan Pemerintah
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim