SuaraJawaTengah.id - Warga di Perumahan Sumber Taman Indah, Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di sebuah rumah.
Diketahui, mayat itu berinisial W (60) yang merupakan pensiunan guru sekolah dasar (SD). Saat kali pertama ditemukan, jasad korban yang tinggal kerangka itu dalam posisi duduk.
Wanita renta itu diduga sudah meninggal dunia di dalam rumahnya sejak tiga bulan lalu. Diketahui, W memang tinggal sendirian di kawasan perumahan itu.
"Biasanya korban nyiram-nyiram setiap sore, 3 bulan tidak pernah keluar. Dan biasanya setelah subuh korban membunyikan radio, sejak 3 bulan terakhir enggak pernah dengar suara radio," kata Agus Heri, mantan ketua RT setempat seperti dikutip dari Solopos.com--media jaringan Suara.com, Minggu.
Setelah mendapatkan kabar, saudara korban langsung mendatangi rumah korban. Dengan bantuan warga, keluarga korban lalu mendobrak rumah W. Sontak, mereka melihat kondisi wanita itu sudah menjadi mayat dan tinggal kerangka.
"Keluarga datang bersama warga mendobrak pintu. Korban (ditemukan) meninggal dunia posisi duduk dan sudah tinggal kerangka," imbuh Agus.
Tak Berbau
Meski diperkirakan sudah meninggal sejak tiga bulan lalu, namun warga tak mencium bau busuk. Begitu juga dengan Ririn, penjual nasi goreng yang kerap berjualan di depan rumah tersebut.
"Anehnya, saya jualan nasi goreng di depan rumah korban kok ngak ada bau selama ini. Dan memang korban belum pernah keluar dan ditemukan meninggal dunia. Korban orangnya baik dan selalu ramah dengan tetangga," jelas Ririn.
Baca Juga: Mayat Terkubur di Rumah Nunung Diduga Dibunuh, Polisi Periksa Enam Saksi
Kapolsek Wonoasih, Kompol Khuzaini mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan secara mendalam terkait penyebab pasti kematian korban. Pihak kepolisian juga akan memeriksa suami korban.
"Kita masih melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP, dan menunggu autopsi dari kamar mayat rumah sakit. Dan akan periksa suami korban dan saksi-saksi, guna mengetahui penyebab kematian korban yang ditemukan sudah tinggal kerangka," kata Kompol Khuzaini.
Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sejumlah ponsel, dompet milik korban dan cangkir. Polisi juga masih menyelidiki sambil menunggu proses autopsi pihak RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Berita Terkait
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Kerangka Misterius di Bukit Blekutuk Pati: Sudah Dua Bulan Tewas, Identitas Masih Gelap
-
Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Detik Penentu Kasus Alvaro: Hasil DNA Kerangka Manusia di Tenjo Segera Diumumkan Polisi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Pengundian Program BRI Debit FC Barcelona: Dapat 8 Keuntungan dan Hadiah Terbang ke Camp Nou
-
Jelang May Day di Semarang, Ahmad Luthfi Tekankan Kondusivitas Kunci Masuknya Investasi Rp110 T
-
Lebih dari Kebaya, BRI Blora Maknai Hari Kartini sebagai Simbol Kesetaraan di Era Perbankan Modern
-
Cuaca Jateng Hari Ini: Semarang Berpotensi Hujan, Dibayangi Ancaman Kemarau Terkering 30 Tahun
-
Komitmen Dukung Olahraga, BRI Berpartisipasi Hadirkan Clash of Legends 2026