- BMKG memprakirakan wilayah Semarang dan beberapa kota besar di Pulau Jawa akan mengalami hujan ringan hingga sedang hari ini.
- Pertemuan angin atau daerah konvergensi di atas Pulau Jawa menjadi penyebab utama terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut.
- Pemerintah memperingatkan ancaman kemarau ekstrem panjang selama tujuh bulan hingga November 2026 dengan curah hujan sangat rendah.
SuaraJawaTengah.id - Masyarakat di Kota Semarang dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang masih mungkin terjadi pada hari ini, Selasa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca yang menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang akan mengguyur ibu kota Jawa Tengah tersebut dan sekitarnya.
Kondisi atmosfer di atas Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, saat ini dipengaruhi oleh adanya daerah konvergensi atau pertemuan angin.
Prakirawan BMKG, Diah Ayu R, dalam keterangan resminya di Jakarta menjelaskan bahwa daerah konvergensi ini memanjang melintasi berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah.
Fenomena ini secara signifikan mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan di sepanjang daerah yang dilewatinya.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tersebut, BMKG memprakirakan Semarang tidak sendirian. Sejumlah kota besar lain di Pulau Jawa juga diprediksi mengalami kondisi serupa, yakni hujan ringan hingga sedang, termasuk Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Meskipun intensitasnya diprediksi tidak seekstrem beberapa wilayah lain di luar Jawa yang berpotensi hujan lebat disertai petir, masyarakat Semarang tetap diminta mempersiapkan diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Namun, di tengah prakiraan hujan yang masih mengguyur di bulan April ini, bayang-bayang ancaman iklim yang lebih serius justru mengintai dalam jangka panjang.
Pemerintah pusat telah membunyikan alarm peringatan dini mengenai potensi musim kemarau ekstrem yang akan segera melanda Indonesia, termasuk dampaknya yang akan dirasakan di Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Baca Juga: Cuaca Semarang Jumat Ini 'Adem Ayem', BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Lain
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, sebelumnya telah memberikan peringatan keras bahwa Indonesia akan menghadapi musim kemarau yang durasinya jauh lebih panjang dari biasanya, yakni hingga tujuh bulan.
Kondisi ini diprediksi dimulai sejak April dan baru akan berakhir sekitar November 2026, dengan puncak kekeringan pada Agustus-September.
Yang lebih mengkhawatirkan, kemarau tahun ini diproyeksikan memiliki curah hujan terendah dalam tiga dekade terakhir. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari pemerintah daerah dan masyarakat di Jawa Tengah dalam manajemen sumber daya air.
"Di tahun 2026 ini sesuai proyeksi dari BMKG, kita akan mengalami masa kemarau yang panjang, mencapai puncak sekitar bulan Agustus-September 2026, baru akan berakhir bulan November 2026. Ada tujuh bulan yang akan kita hadapi (sejak April), dengan tingkat curah hujan akan berada pada kondisi paling rendah selama 30 tahun," ucap Menteri LH Hanif mengingatkan urgensi situasi ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus
-
18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei