SuaraJawaTengah.id - Dokter mengingatkan bahaya sembarangan menggunakan antibiotik. Antibiotik adalah obat khusus untuk kuman jenis tertentu dan bukan obat demam.
Dilansir ANTARA, dokter konsultan penyakit tropik dan infeksi Rumah Sakit Universitas Indonesi (RSUI), dr. Adityo Susilo mengajak masyarakat untuk menggunakan penggunaan antibiotik dengan bijak, karena jika penggunaan yang salah dan tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan terjadinya resistensi.
"Antibiotik berfungsi untuk membunuh kuman serta bekerja secara spesifik dan bukan merupakan obat demam. Jika penggunaan antibiotik tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan munculnya kuman yang kebal terhadap antibiotik," katanya di Depok, Jabar, Rabu (25/11/2020).
Menurut dia mekanisme kerja antibiotik adalah dengan menghancurkan dinding sel, maka dari itu antibiotik diperuntukkan untuk membunuh bakteri bukan virus.
"Pada penyakit akibat virus, secara logika tidak membutuhkan antibiotik," katanya.
Ia mengatakan beberapa dokter ada yang menggunakan antivirus dalam mengobati penyakit akibat virus, namun tidak semua virus membutuhkan antivirus, karena beberapa virus ada yang bersifat self-limiting yang berarti penyakit tersebut dapat sembuh sendiri tanpa obat dengan adanya sistem imun tubuh yang kuat.
Terdapat alasan mengapa antibiotik perlu dihabiskan, hal ini karena membutuhkan beberapa waktu tertentu untuk memastikan bakteri benar-benar telah mati, biasanya waktu tunggunya sekitar 5-7 hari atau dapat juga mengikuti petunjuk dokter karena beberapa antibiotik dapat berbeda.
"Jika tidak dihabiskan karena merasa kondisi tubuh sudah baik, khawatir bakteri tersebut belum benar-benar mati dan dapat menyebabkan infeksi kembali," kata .
Adityo Susilo menyampaikan bahwa infeksi merupakan suatu kondisi masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Infeksi dapat menyebabkan demam, namun demam bukanlah pasti selalu karena infeksi.
Baca Juga: Cara Mencegah Resistensi Antimikroba Versi Kemenkes RI
"Saat demam, umumnya kita mengalami rasa tidak nyaman karena metabolisme tubuh sedang berjalan tidak normal. Demam adalah tanda adanya peradangan atau terjadinya perubahan pada pengaturan termoregulasi," katanya.
Sementara itu dokter spesialis mikrobiologi klinik RSUI, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK menyampaikan bahwa antibiotik hanya dapat diresepkan jika terdapat kecurigaan penyakit infeksi bakteri yang telah dilakukan pemeriksaan fisik, anamnesis atau pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan penunjang) sebelumnya.
Beberapa contoh penggunaan antibiotik yang salah diantaranya menyimpan antibiotik untuk sakit yang akan datang, menghentikan obat ketika merasa lebih baik (tidak menuntaskan), berbagi obat atau menggunakan obat orang lain, tidak tepat jenis, dosis, cara pakai dan lama terapi.
"Kesalahan penggunaan antibiotik dapat menyebabkan beberapa permasalahan, seperti kurang efektifnya antibiotik saat digunakan, dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, dan bakteri tersebut dapat menyebar ke orang lain dan lingkungan sekitar” katanya.
Terdapat beberapa konsekuensi dari resistensi antibiotik, yaitu sakit yang lebih berat dan lebih lama, toksisitas meningkat, kematian meningkat, dan biaya yang lebih mahal.
"Beberapa tips mencegah terjadinya resistensi, yaitu gunakan antibiotik hanya pada kondisi infeksi bakteri yang sebelumnya telah dikonsultasikan ke dokter, gunakan sesuai resep, jangan memaksa meminta antibiotik, serta rajin mencuci tangan," tutupnya.
Berita Terkait
-
BPOM: Apotek Jangan Asal Berikan Antibiotik ke Pembeli, Bahaya Level Global
-
Resistensi Antimikroba Ancam Pasien, Penggunaan Antibiotik Harus Lebih Cerdas
-
Resistensi Antimikroba Ancam Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan: Butuh Solusi Lintas Sektor
-
Lele Antibiotik: Amankah Dikonsumsi? Ancaman Resistensi Mengintai!
-
Antibiotik Ganggu Usus? Ini Makanan Pemulihnya
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kemelut PDAM Semarang, Eks Direksi Serang Balik Wali Kota ke Meja Hijau
-
Melawan Balik Vonis Korupsi, Mbak Ita dan Suami Ajukan PK Berbekal Bukti Baru di PN Semarang
-
Peringatan Dini BMKG: Semarang Waspada Hujan Petir Hari Ini, Jateng Siaga Dampak Hujan Lebat
-
Jangan Panik Sinyal Hilang di Tanah Suci, Ini 4 Lokasi Posko Layanan Telkomsel di Makkah dan Madinah
-
Pengundian Program BRI Debit FC Barcelona: Dapat 8 Keuntungan dan Hadiah Terbang ke Camp Nou