Widodo ketika mengisi seminar di Kota Semarang (suara.com/DariYusuf)
"Tahun itu warga dan saudara saya sudah mulai menerima saya. Mungkin karena susah mengerti," imbuhnya.
Satu tahun kemudian, dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Tepatnya pada tahun 2010 muncul keinginannya untuk membantu orang yang senasib dengannya. Akhirnya, dia belajar ke beberapa organisasi yang belajar soal HIV.
"Mulai tahun 2010 hingga sekarang, saya mengabdi di RSUD Tugurejo Semarang," paparnya.
Selain itu, ia juga membantu teman-teman dari dalam maupun luar Jawa Tengah. Jika dihitung, lebih dari 100 orang terinfeksi HIV yang telah ia bantu dalam hal psikis maupun fasilitas kesehatan.
"Kebanyakan dari Jateng dan Semarang yang saya bantu,"ungkapnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perizinan Tambang Transparan, Tambang Ilegal Harus Ditindak
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor