SuaraJawaTengah.id - Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung menilai, bahwa Fadli Zon dalam setiap statementnya seolah membela terhadap kasus yang dialami Rizieq Shihab.
Dewi Tanjung juga menyampaikan, Fadli Zon sudah mendukung teroris perusuh negara, padahal dirinya bekerja serta digaji oleh negara.
Hal tersebut disampaikan Dewi Tanjung dalam unggahan video di akun twitter miliknya @DTanjung. Video berdurasi 2 menit 20 detik itu dibuka dengan membacakan judul-judul berita tentang Fadli Zon.
"Membela Imam Baliho Rizieq Shihab. Fadli Zon kau ini anggota DPR RI, kau digaji oleh negara bukan oleh FPI. Kau jadi jubir FPI ya?," Ungkap Dewi Tanjung.
Ia menyebut, betapa hina dan memalukannya negara jika menggaji manusia pembela teroris perusuh negara.
"Kalau pengen jadi jubir lebih baik keluar aja dari DPR RI. Negara menggaji manusia pembela teroris perusuh negara, alangkah hinanya itu, alangkah memalukannya," katanya.
"Bayangkan seorang wakil rakyat membela kelompok perusuh negara, sedangkan manusia itu masih makan gaji negara. Nggak ada otaknya kau Fadli Zon," sambungnya.
Dewi Tanjung juga melontarkan pertanyaan berupa dugaan kepada Fadli Zon.
"Kau pikirkanlah itu, kau lebih baik melihat negara hancur ya daripada melihat FPI hancur, gitu?" Tanya Dewi.
Baca Juga: Sebar Berita Hoaks Polisi Rancang Bunuh HRS, Polda: Kami Cari Pelakunya!
Dewi juga mempertanyakan posisi Fadli Zon sebagai wakil rakyat yang harusnya bisa membela rakyat.
"Ini yang katanya wakil rakyat membela rakyat? Bela apaan, kau bela teroris itu, teroris perusuh bangsa," ujar Dewi Tanjung kesal.
Sebelumnya, Fadli Zon kerap membeberkan terkait kasus insiden tewasnya 6 pengawal Rizieq Shihab melalui akun twitternya.
Fadli Zon selaku anggota DPR RI dari partai Gerindra, sempat mengatakan bahwa dirinya sangat yakin kalau pendukung Rizieq Shihab cinta damai dan tidak dibekali senjata.
Ia juga mengatakan bahwa Polisi telah melakukan abuse of power.
"Saya sangat yakin pendukung Habib Rizieq Shihab cinta damai dan tak dibekali senjata. Harus diusut tuntas. Jika berlebihan, maka polisi telah melakukan abuse of power. Kapolda harus bertanggung jawab,” tulis Fadli Zon di akun twitter @fadlizon.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal