“Tapi saya tidak ikut-ikutan karena harus mencari uang. Makanya sejak tahun 60, saya pergi ke Jakarta. Saya jualan ketoprak. Sepiring 15 rupiah harganya,” lanjut kakek kelahiran 1935 ini.
Tiap Lebaran dia pulang, kemudian ke Jakarta lagi. Begitu dan begitu, ritme hidupnya. Pada tahun 1965 dia sempat pulang, tapi bukan saat Lebaran. Pada saat pulang itulah ia diinterogasi pemuda Ansor.
“Saya ditanya Pandu Ansor. Kamu Pemuda Rakyat atau bukan? Saya warga NU,” ungkapnya.
Dengan jawaban seperti itu, dia selamat.
Kemudian dia ke Jakarta berjualan ketoprak lagi. Ceritanya meloncat tentang seseorang yang berkaca mata tebal, bertubuh pendek dan gemuk. Pria itu sering makan di gerobaknya.
Kadang minta diantar ke ruangannya. Belakangan, dia kenal orang yang sering nongkrong itu ternyata Ketua Umum PBNU, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Menurut pengamatannya, kemeriahan gedung yang berlantai dua itu berubah dari sebelumnya. Halaman tak pernah sepi. Banyak tamu yang datang. Dari pakaiannya, mereka berasal dari berbagai kalangan. Anak muda, perempuan, dan orang tua. Berpeci dan bersarung, bertopi, berdasi, dan entah apa lagi.
Kehadiran mereka membawa berkah baginya. Isi kantongnya bertambah karena sering ada tamu gedung itu mengisi perut di gerobaknya.
“Lama kelamaan, saya juga kenal dengan Bu Nuriyah dan anak-anaknya. Saya kenal Yenny. Kalau Yenny ke sini, biasanya dia ngasih uang. Kalau habis pulang, dan uang saya habis di kampung, saya minta modal sama Bu Nuriyah,” kenangnya.
Baca Juga: Juliari Diciduk KPK, Video Alasan Gus Dur Pernah Bubarkan Kemensos Disorot
Kemudian ia menceritakan dialog antara dia dan istri Gus Dur itu.
“Butuh berapa Sampean, Pak?” tanya Bu Nuriyah.
“Dua ratus ribu.”
“Oh iya. Ini,” jawab Bu Nuriyah.
Suatu ketika, gerobak ketopraknya digaruk Satpol PP Pemerintah DKI Jakarta. Dia hanya pasrah ketika gerobaknya digotong orang-orang berseragam itu. Namun, tanpa diketahuinya, dari belakang terdengar suara orang marah-marah menghardik orang-orang berseragam itu.
“Jalanan ini memang milik DKI, tapi ini halaman kami. Pedagang di sini adalah urusan rumah tangga kami. Dia yang ngasih makan kami,” kata orang itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026
-
7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota
-
Tips Kelola Budget Nonton Pestapora 2026 Pakai Cicilan 0% BRI
-
KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed
-
Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen