Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Senin, 14 Desember 2020 | 13:13 WIB
Tangkapan layar Ustaz Felix Siauw. (YouTube/Avengers muslim Channel)

SuaraJawaTengah.id - Kasus yang menimpa Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab serta penembakan 6 laskar FPI belum lama ini, masih menuai polemik yang memancing banyak pihak untuk turut berkomentar, salah satunya Felix Siauw.

Komentar Felix Siauw itu diunggah oleh kanal youtube Avengers muslim Channel dengan judul 'Habib Rizieq Ditahan - Ustadz Felix Siauw Angkat Bicara'.

Laki-laki berumur 35 tahun itu mengatakan bahwa di tengah kasus yang menimpa Rizieq Shihab ini, umat Islam harus tetap berdoa dan menunggu bagaimana kabarnya.

"Adapun untuk Alhabib tercinta yang sekarang mendapat ujian-ujian, kita doakan dan kita tunggu bagaimana kabarnya. Serta kita tunggu keputusan para ulama dan insyaAllah umat muslim jauh daripada kekerasan, kebiadan, kelicikan, dan kesadisan," kata Felix Siauw.

Baca Juga: Habib Rizieq Tetap Gembria Ria Meski Meringkuk di Penjara

Felix juga menyebut akan tetap membela Rizieq Shihab dan siapapun yang berjuang bersama Islam dan kebenaran.

"Mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan serta pertolongan di dalam urusan ini, dan kita diberikan kekuatan untuk menjalani sebuah episode yang mungkin akan menguras energi kita," paparnya.

Ia juga mengajak kepada umat Islam agar tidak diam terhadap apa yang terjadi. Menurutnya, umat Islam perlu memanfaatkan apa yang bisa dilakukan.

"Jangan diam, manfaatkan apa yang bisa kita manfaatkan, karena ketika Allah memilih kita bersimpati pada Islam, maka Allah menitipkan sesuatu kepada kita," ujarnya.

Ia juga bercerita bahwa pada mulanya, orang tuanya pernah berkata agar tidak perlu ikut-ikutan dalam masalah seperti ini, namun dirinya memiliki alasan tersendiri untuk tetap berbicara.

Baca Juga: Habib Rizieq Sampaikan Pesan Khusus dari Dalam Tahanan, Ini Isinya

"Kemarin orang tua saya bilang jangan ikut-ikutan masalah ini. Saya bilang, saya tidak mungkin nggak ikut-ikutan karena jika kita yang pada hari ini tahu tentang kebenaran, punya kekuatan, punya potensi menyampaikan kebaikan diam, maka anak-anak kita kelak akan kehilangan cerita, kisah, teladan tentang bagaimana seorang laki-laki itu," ungkapnya.

Load More