SuaraJawaTengah.id - Beredar video soal hasil tangkapan nelayan dekat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Batang Jawa Tengah. Mereka mengeluh lantaran hasil tangkapan melaut banyak menemukan batu bara yang tersangkut di jaring para nelayan.
Melalui video yang diunggah di akun instagram @greenpeaceid, terdapat beberapa nelayan di Roban, Batang Jateng mengaku sudah sejak 17 Desember menemukan spesies baru saat mencari ikan di laut. Spesies baru yang dimaksud ialah batu baru.
"Inilah batu bara PLTU batang yang terkena payangnya atau jaring nelayan, ini banyak," kata nelayan yang mengenakan kaos berwarna ungu tersebut.
Di dalam video itu dipaparkan bahwasanya para nelayan kewalahan dengan tersangkutnya batu bara di jaringnya. Hal itu dikarenakan jaring bertambah berat dan terpaksa para nelayan harus meminta bantuan kepada nelayan lainnya.
Selain itu, nelayan juga merasa resah dengan potensi hasil tangkapan yang berkurang. Kemudian ekosistem laut pun terancam kerusakan serta biaya melaut bertambah akibat jaring yang rusak.
Ternyata permasalah tersebut bukan pertama kalinya yang harus dihadapi para nelayan di Batang. Dua tahun lalu terdapat limbah kontruksi pembangunan PLTU yang dibuang sembarangan ke laut membuat alat tangkap para nelayan rusak.
"Sekarang malah nelayan juga dilarang melaut dekat PLTU. Kalau ketahuan alat tangkap bisa disita dan diancam denda," jelasnya.
Tidak hanya dilaut, keresehan adanya pembangunan PLTU tersebut juga mengakibatkan perampasan lahan pertanian yang menimbulkan banyak penolakan dari warga setempat.
"Belum beroperasi saja sudah bikin kerusakan di mana-mana, gimana nanti kalau sudah beroperasi," ujarnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap 6 Nelayan di Aceh, Diduga Rusak Lingkungan
PLTU Btang yang dimiliki oleh perusahaan batu bara Adaro ini digadang-gadang akan jadi PLTU terbesar se-Asia Tenggara. Proyek yang pertama kali diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015 ini diduga memiliki banyak masalah lingkungan dan sosial sejak awal.
"Mulai dari perubahan zona konservasi yang digeser demi mengakomodir lokasi PLTU, perampasan lahan pertanian warga, hingga kriminalisasi para penolaknya," ucapnya.
Video yang diposting sejak Minggu (20/12/2020) malam itu mendapat komentar yang beragam dari warganet.
Salah satu warganet ada yang menyebut peraturan dalam pembuatan PLTU itu sebenarnya sudah bagus. Namun disayangkan di lapangan kerap terdapat pihak yang tidak bertanggungjawab.
"Puing bekas kontruksi yang dibuang ke laut? kajian AMDAL nya gimana ya. Peraturan sebetulnya sudah bagus tapi penegakannnya yang sering di akali pihak-pihak tak bertanggung jawab. Demi allah semua akan diminta pertanggungjawabannya, atas nama-nama yang tergusur, nelayan yang terdampak, keluarga yang melarat," ungkap akun instagram @fikri_muhammadn.
Bahkan ada juga warganet yang mengatakan dampak adanya PLTU berpengaruh besar terhadap hasil tangkapan nelayan di laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah
-
Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras
-
Wakil Ketua MK Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Mematikan Kemampuan Berpikir Kritis
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana